Pemerintah Target Perpanjangan Runway Bandara Sinak Papua Selesai 2024

Menko PMK Muhadjir Effendy laksanakan salat Id di Kantor PP Muhammadiyah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Rahmat Fatahillah Ilham

Jakarta - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan target pembangunan dari perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Distrik Sinak, Papua Tengah akan rampung pada tahun 2024. Makanya, ia melaporkan perkembangannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa, 30 April 2024.

“Untuk runway, kita harapkan juga tahun ini. Karena itu hanya memperpanjang 800 meter dari yang sudah ada,” kata Muhadjir di Jakarta.

img_title ASN di Papua Ditikam KKB dari Belakang, Pisau 40 Cm Masih Tertancap di Leher

Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau arus mudik 2024

Photo :
  • Kemenko PMK

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Menurut dia, perpanjangan landasan pacu itu agar tidak hanya dilandasi oleh pesawat untuk pengangkut logistik saja, tapi juga termasuk pesawat penumpang. Misalnya, pesawat Hercules dan CN-235 bisa mendarat di bandara tersebut.

img_title Dana Otsus Papua Dorong Percepatan Pembangunan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

“Pesawat-pesawat barang seperti hercules, CN karena daerah-daerah ini kan lebih tinggi dari Wamena yang di lembah. Sehingga kalau lewat Wamena itu agak susah barang-barang itu,” jelas dia.

Ia menjelaskan perpanjangan runway Distrik Sinak ini untuk menghubungkan ke distrik-distrik dan sekitarnya, sehingga memudahkan untuk distribusi logistik. Menurut dia, hal itu menjadi tanggungjawab dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

img_title Harga Cabai di Papua Tembus Rp250 Ribu per Kg, Wamentan Minta Pemda dan BUMD Turun Tangan: Lakukan Intervensi!

“Sudah saya diskusikan dengan Pak Menteri Perhubungan. Jadi untuk perpanjangan runway itu Pak Menhub, dan untuk menghubungkan distrik-distrik sekitarnya ke beberapa ibu kota, kabupaten sekitarnya itu menjadi tanggungjawab dari Pak Menteri PUPR. Pak Presiden menyetujui segera diadakan rapat terbatas untuk membahas itu,” pungkasnya.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk.

Dorong Pembangunan yang Inklusif dan Berkelanjutan di Tanah Papua, Wamendagri Ribka Haluk: Masyarakat Ingin Perdamaian

Wamendagri Ribka menjelaskan, pendekatan geokultural menjadi penting karena Papua memiliki keragaman suku, bahasa, adat istiadat, dan struktur sosial yang perlu dipahami.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut