Soal Heboh Kasus Nasabah Vs BTN, Begini Kata Pengamat

Ilustrasi Bank BTN
Sumber :
  • Dok. BTN

“Kok bisa mereka menerima tawaran padahal tidak masuk akal. Mereka konon sempat nikmati hasilnya lalu teriak teriak sebagai korban ketika imbal hasilnya tidak lanjut. Mereka kan bisa telpon bank untuk konfirmasi apakah benar ada produk berimbal hasil tidak logis ini. Untuk hal hal yang tidak masuk akal, kita semua wajib mengecek dan mempertanyakan motif,” kata Deni.

img_title Talenta RI Jadi Incaran, Investasi Pendidikan Tinggi Mulai Digenjot

Ilustrasi gedung Bank Tabungan Negara (BTN)

Photo :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menduga, mereka merupakan para korban investasi dari oknum mantan karyawan BTN berinisial ASW dan SCP, yang telah diberhentikan dengan tidak hormat oleh BTN. Saat ini, ASW dan SCP sudah divonis pengadilan secara inkrah, dengan hukuman penjara masing-masing 6 tahun dan 3 tahun penjara.

img_title Prabowo Dorong Kerja Sama Investasi Indonesia dengan Rusia Lewat Danantara-RDIF

“Pada kasus semacam ini, otoritas dan regulator juga perlu melindungi kepentingan bank karena terkait kepercayaan publik. Bank justru menjadi korban. Jadi tidak hanya perlindungan terhadap nasabah," ujarnya.

Diketahui, BTN bersama Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya telah membongkar adanya indikasi kejahatan perbankan oleh ASW dan SCP. Bahkan pihak BTN sendiri yang melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya sejak 6 Februari 2023.

img_title Dana Asing Masuk Rp 930 Triliun, Destry Jamin Likuiditas Perbankan Aman saat Garap Program Pemerintah

Adapun modus kejahatan yang dilakukan diketahui ada sejumlah pemilik dana yang bekerja sama dengan ASW untuk menginvestasikan dana dengan janji mendapatkan suku bunga sebesar 10 persen setiap bulannya. Suku bunga tersebut tidak pernah ada di bank.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae

OJK: Penyaluran Kredit Industri Perbankan Tembus Rp 9.135 Triliun Per Juli 2026

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, melaporkan penyaluran kredit perbankan Rp 9.135 triliun per Juli 2026, tumbuh 13,58 persen secara tahunan (yoy).

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut