Pertumbuhan Ekonomi Banten Paling Lambat di Jawa

Potret Pertumbuhan Ekonomi di Pulau Jawa.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yandi Deslatama (Serang)

Banten – Pertumbuhan ekonomi Banten terendah dan paling lambat di Pulau Jawa, kalah dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, pada Triwulan 1 2024.

img_title Rupiah Melemah ke Rp18.156 per Dolar AS, Pasar Cermati Konflik AS-Iran hingga Inflasi Pangan Dalam Negeri

Perekonomian di Banten hanya tumbuh 4,51 persen. Sedangkan yang paling cepat, dipegang Yogyakarta, 5,02 persen. Disusul Jawa Tengah, sebesar 4,97 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian untuk Jakarta, pertumbuhan ekonominya tercatat 4,78 persen, Jawa Barat 4,93 persen dan Jawa Timur 4,81 persen. Secara umum, pertumbuhan ekonomi Pola Jawa berada di 4,84 persen.

img_title BI Sebut Inflasi pada Oktober 2026 Terjaga Baik, Ini Faktor Penyebabnya

Sedangkan target pertumbuhan ekonomi Banten 2024, antara 4,7 persen hingga 5,5 persen secara year on year .

Kemacetan Menuju Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.

Photo :
  • VIVA.co.id/Yandi Deslatama (Serang)

img_title Inflasi Oktober 2026 Tembus 3,23 Persen, Airlangga Sebut Pemerintah Tidak Khawatir

"Memang masih menunjukkan angka yang belum cukup kuat, data dari BPS itu kan 4,51 persen. Angka itu, secara Jawa itu paling lambat," ujar Ameriza M Moesa, Kepala Bank Indonesia (BI) Banten, Selasa, (15/05/2024).

Selain melambat dan rendahnya perekonomian Banten, nilai inflasi justru merangkak naik dan bisa memberatkan masyarakat. 

Nilai inflasinya sebesar 3,42 persen dan lebih besar dibanding nasional yang hanya 3 persen.

"Kalau saya ibaratkan, inflasi dengan pertumbuhan ekonomi itu seperti naik mobil. Semakin cepat laku mobil, maka mesin semakin panas. Ini ada yang berbeda di Banten," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laju pertumbuhan ekonomi Banten yang melambat, di tengah kenaikan inflasi, perlu diwaspadai bersama. Agar kondisi ekonomi regional tetap terjaga dan perekonomian masyarakat terus terjaga dengan baik.

"Sampai April itu inflasi di Banten itu 3,42 persen dibanding inflasi nasional yang 3 persen persen. Harus kita waspadai karena masih awal tahun," ujar Lukman Hakim, tim ahli dari BI Banten, di lokasi yang sama, Selasa, (15/05/2024).

Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir.

Kendalikan Harga Pangan, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Atasi Hambatan Distribusi dan Kolaborasi dengan Daerah Pemasok

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir meminta Pemerintah Daerah waspadai kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut, khususnya gula pasir dan bawang merah.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut