Curhat Sri Mulyani Setiap Hari Hadapi Roller Coaster Kelola APBN

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Jakarta – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengibaratkan, naik turunnya harga atau volatilitas komoditas layaknya bermain roller coaster. Sebab, harga komoditas mengalami volatilitas dalam beberapa tahun terakhir, dan memengaruhi pengelolaan APBN.

img_title Harga Mitsubishi Pajero Terbaru Mulai Rp800 Jutaan, Peminatnya Tembus 3.000 Orang

"Kami ingin sampaikan volatilitas yang sering kita sebutkan hanya dalam satu judul harga komoditas volatile. Ini untuk memberikan gambaran bagaimana volatilitas itu sebagai roller coaster," kata Sri Mulyani dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Selasa, 4 Juni 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sri Mulyani pun mengeluarkan candaan bahwa dia tidak berani menaiki roller coaster. Hal itu ucapnya, karena di setiap hari selalu menghadapi roller coaster di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

img_title 3 HP dengan Kamera 200 MP di Kelas Rp3 Jutaan, Mana yang Unggul untuk Foto?

"Saya tidak berani main roller coaster, tidak berani. Karena tiap hari sudah menghadapi roller coaster di APBN," jelasnya.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati

Photo :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

img_title Cek di Sini! Update Harga Minecraft Terbaru di Berbagai Platform

Sri Mulyani, menjelaskan harga minyak mentah Brent mengalami volatilitas di tengah ketidakpastian global. Tercatat pada tahun 2010 harga minyak Brent berada di kisaran US$80 per barel, kemudian naik di atas US$100 per barel pada 2011.

"Harga Brent di atas US$100 per barel selama di atas 3 tahun. Tiba-tiba jlek, jlek itu jatuh. Jatuhnya itu sangat dalam mencapai US$28 dolar per barel di tahun 2016," jelasnya.

Dia menyebut, harga Brent mulai merambat naik di sekitar US$60 dan kembali jatuh ke level terendah selama 5 dekade ketika pandemi COVID-19. Sebab saat itu, harga Brent hanya US$23 per barel.
 

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam konferensi pers APBN KITA Edisi April 2024, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 26 April 2024

Photo :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

"Angka US$23 itu harga minyak pada saat sebelum perang Iran tahun 70-an 80-an. Dan kemudian dalam waktu kurang 2 tahun setelah pandemi naik lagi di US$120 per barel karena ada perang Ukraina dan Rusia dan melorot lagi di US$90 per barel," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan hal itu jelas Sri Mulyani, kenaikan dan penurunan harga minyak telah mempengaruhi APBN dan perekonomian. "Kenaikan dan penurunan harga seperti ini jelas mempengaruhi APBN kita dan ekonomi kita," imbuhnya.

PT Pertamina (Persero), IdeaFest 2026.

Kembangkan Bahan Bakar Pesawat dari Minyak Jelantah, Pertamina Kenalkan Transisi Energi ke Anak Muda di IdeaFest 2026

PT Pertamina (Persero) mengungkapkan bahwa minyak jelantah yang sehari-hari dihasilkan dari rumah tangga, ternyata memiliki potensi menjadi bagian dari energi masa depan.

img_title
VIVA.co.id
5 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut