Gelombang PHK Perusahaan Teknologi RI, Sinyal Apa?

Tokopedia-TikTok latih UMKM go online.
Sumber :
  • Istimewa.

Jakarta – Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di industri teknologi kembali menghantui saat ini. Namun, hal itu dinilai sebagai sesuatu yang wajar sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi setelah aksi korporasi yang dilakukan.

img_title Airlangga Ungkap Penyaluran Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 Triliun, UMKM Jadi Penerima Terbesar

Managing Partner Inventure Yuswohady mengatakan, langkah perusahaan teknologi menggelar PHK seperti yang dilakukan TikTok Shop-Tokopedia justru menjadi tandda bahwa kenaikan valuasi perusahaan. Hal tersebut merupakan sinyal positif bagi industri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui bahwa saat dua perusahaan di bidang yang sama melakukan merger. Karenanya, besar kemungkinan akan ada posisi-posisi tertentu yang redundan dan pada akhirnya perlu melakukan restrukturisasi organisasi dengan memangkas jumlah karyawan.

img_title BGN Perluas Peluang UMKM jadi Pemasok Kebutuhan Dapur MBG Lewat Cara Ini

"Wajar jika perusahaan hasil merge melakukan PHK. Restrukturisasi organisasi seperti itu perlu dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan," kata Yuswohady, di Jakarta, dikutip Selasa, 18 Juni 2024.

Arti lengkap Rizz yang viral di TikTok

Photo :
  • Istimewa

img_title Aset Digital Semakin Bernilai, Ini Cara Memperkuat Keamanan Akun agar Tidak Mudah Dibobol

Menurut dia, dalam sebuah merger, kedua perusahaan tidak hanya perlu melakukan penyesuaian terhadap kultur dan sistem tapi- juga perlu penyesuaian dari sisi sumber daya manusia (SDM). Jika memang ada pemborosan dari sisi SDM, perusahaan teknologi akan memilih PHK untuk mengurangi biaya. 

Namun, bukan tidak mungkin perusahaan teknologi melakukan perekrutan kembali dalam jumlah besar pascamelakukan PHK. Di tengah pengembangan bisnis, perusahaan akan kembali menyerap tenaga kerja baru. Misalnya, perusahaan merekrut SDM yang ahli di bidang artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan seiring rencana perusahaan untuk mengembangkan bisnis berbasis AI.

"Di industri teknologi, PHK bukan sesuatu yang menghebohkan. Perusahaan teknologi seperti Google bisa saja hari ini PHK gede-gedean. Namun di lain waktu dia rekrut gede-gedean juga. TikTok-Tokopedia juga begitu. Ke depan bisa jadi akan menyerap tenaga kerja lagi, misalnya untuk merekrut SDM yang jago AI," jelas Yuswohady.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut dia berpendapat bahwa PHK di industri teknologi tidak selalu menjadi sinyal buruk. Beda halnya dengan PHK yang terjadi di industri yang sedang redup seperti tekstil.

Sementara itu bagi investor, PHK di perusahaan teknologi justru menjadi sinyal positif di market. Dengan memangkas karyawan, otomatis biaya perusahaan akan berkurang. Otomatis, potensi keuntungan perusahaan akan menjadi lebih besar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut