Program Makan Gratis dinilai Berpotensi Gerus Anggaran K/L hingga Kenaikan PPN

Sekjen Fitra Misbah Hasan
Sumber :
  • VIVAnews / Foe Peace

Jakarta – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyoroti, program makan bergizi gratis Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Adanya program ini diperkirakan akan memangkas pagu anggaran kementerian dan lembaga hingga menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

img_title 50 Ribu Warga Turun ke Jalan di Wina Austria Protes Pemotongan Anggaran Pendidikan

Sekretaris Jenderal (Sekjen) FITRA, Misbah Hasan mengatakan akan terjadi penurunan pagu anggaran di Kementerian dan Lembaga (K/L) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) di tahun 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Rata-rata penurunan pagu anggaran K/L bisa mencapai 10-20 persen dari tahun sebelumnya, hal ini diduga berkaitan dengan program makan bergizi yang akan direalisasikan pada tahun 2025," kata Misbah dalam keterangannya dikutip Minggu, 30 Juni 2024.

img_title Pemerintah Tanggung 100% PPN Tiket Pesawat saat Nataru 2026/2027, Ini Syaratnya

Prabowo-Gibran di Penetapan Presiden-Wapres Terpilih di KPU

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Misbah menuturkan, persentase penurunan anggaran K/L dinilai masih dinamis, karena masih dalam kerangka pagu indikatif dan masih dalam proses. Sebab masing-masing K/L masih bisa bernegosiasi di forum Trilateral Meeting antara Bappenas, Kemenkeu dan K/L teknis hingga Pembacaan Nota Keuangan di tanggal 16 Agustus 2024. 

img_title Realisasi Anggaran Program MBG per September 2026 Capai Rp153,2 Triliun

"Peluang kedua bisa pada saat pembahasan RAPBN antara eksekutif dan legislatif pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2024 (APBN)," ujarnya.

Dia mengatakan, berdasarkan simulasi versi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Kemen PPN/Bappenas). Program makan bergizi gratis membutuhkan alokasi anggaran sebesar Rp 71 triliun untuk 20 ribu porsi pada tahun 2025. 

Alokasi tersebut merupakan simulasi awal dari kebutuhan alokasi anggaran sebesar Rp 185,2 triliun pertahun. Adapun sasaran dari program makan bergizi gratis adalah siswa pra-sekolah, SD, SMP, SMA dan Pesantren sebanyak 80 juta pada tahun 2029 untuk tujuan menangani stunting. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Misbah menilai, anggaran makan bergizi gratis sebesar Rp 71 Triliun terlalu besar, apa lagi skema pemberian makan bergizi gratis belum jelas seperti apa teknisnya.

“Program ini belum jelas akan diurus oleh kementerian mana, apakah akan dilakukan kementerian tersendiri atau lintas kementerian. Hal ini menjadi penting karena berkaitan dengan struktur Kabinet presiden dan wakil presiden baru yaitu Prabowo-Gibran. Harusnya terlebih dahulu dilakukan uji publik, jangan sampai di tengah jalan terjadi persoalan," terangnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut