Transaksi Digital Dipasar Menurut APPSI Masih Harus digenjot Lagi

Ilustrasi transaksi digital.
Sumber :
  • https://www.einfochips.com/

Jakarta – Transaksi dengan menggunakan pembayaran digital oleh pelaku pasar dari UMKM hingga ritel,  dinilai masih perlu disosialisasikan terus. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Mujiburrohman, mengatakan penggunaan transaksi digital di daerah masih belum merata. 

img_title Danantara Siap Umumkan Investasi AI dan Pusat Data di New Asia Forum 2026

Dia menyebut, penggunaan apakah itu lewat metode QRIS hingga e-wallet, baru mencapai 5 persen. Dia menjelaskan kenapa metode ini belum banyak digunakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertama, pelaku pasar ritel di daerah saat ini masih didominasi dengan generasi baby boomer atau X. Mereka tidak mau susah dengan penggunaan digital karena melalui aplikasi di smartphone.

img_title Rapimnas Kadin 2026 Jadi Momentum Perkuat Daya Saing Ekonomi Indonesia

“Jadi pelaku pasar di daerah masih jarang yang milenial. Orang-orang tua ini tidak mau ribet pakai aplikasi di smartphone. Mereka lebih memilih transaksi tunai. Anak-anak mereka jarang yang mau bantu di pasar,” kata Mujib, dikutip Kamis 11 Juli 2024.

Dia mendengar kalau para pelaku tidak suka proses pencairan dana dari QRIS misalnya ke rekening yang butuh waktu hingga 2 hari. “Pelaku pasar di daerah kurang cocok dengan jeda waktu dulu baru bisa tarik tunai dari pembayaran QRIS. Mereka itu mau dapat modal pagi, siang atau sore sudah bisa cair untuk belanja lagi. Kalau pakai QRIS kan enggak bisa langsung cair,” jelas Mujib.

img_title Menko Polkam Dudung: Transformasi Digital Harus Diimbangi Penguatan Keamanan Siber

Namun belakangan dia mendengar kalau BI sedang mendorong percepatan pencairan dana kepada pedagang. Dimana ditargetkan bisa cair pad saat itu juga atau hari yang sama. Kalau demikian, menurutnya ini menjadi solusi agar pelaku pasar mau beralih ke pembayaran digital seperti QRIS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menjelaskan, selama ini pencairan masuk ke rekening paling cepat 2 hari. Ada juga 5 hari kerja, dan ada juga pada saat hari kerja. Maka transaksi dilakukan Jumat, maka pencairan baru bisa diambil hari Senin.
“Sosialisasi bank dan pemda daerah sudah jalan soal QRIS, cuma para pelaku pasar di daerah ini maunya pencairan uang atau settlement bisa langsung cepat, karena butuh modal cepat juga kan buat belanja lagi,” katanya.

Bagi pelaku pasar di daerah, keengganan untuk hijrah ke pembayaran digital karena terkendala sinyal. Bahkan kata dia, di Jakarta saja kerap kali karena sinyal yang buruk membuat kendala pembayaran.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut