Mitratel Kenalkan Flying Tower System, Ini Keunggulannya!
- VIVA.co.id/Syahdan Nurdin
Zephyr HAPS adalah terobosan dalam teknologi telekomunikasi yang beroperasi di ketinggian stratosfer, sekitar 20 km di atas permukaan bumi. Teknologi ini mirip dengan satelit, tetapi lebih murah dan fleksibel.
FTS berfungsi sebagai menara telekomunikasi yang terbang di udara dan bisa terintegrasi dengan jaringan operator seluler.
Teknologi ini menawarkan berbagai keuntungan dibandingkan solusi terestrial dan satelit tradisional, seperti biaya operasional yang lebih rendah dan cakupan yang lebih luas. Dengan area cakupan sekitar 7.500 kilometer persegi, setara dengan 250 menara biasa, FTS sangat ideal untuk memperluas jaringan di daerah yang jarang penduduknya atau sulit dijangkau.
“Dengan FTS biaya operasional lebih murah, cakupan lebih luas, dan jaringan komunikasi lebih berkualitas,” jelas Hendra di Media Gathering yang juga dihadiri oleh jajaran direksi Mitratel; Ian Sigit Kurniawan (Direktur Keuangan & Manajemen Risiko), Hastining Bagyo Astuti (Direktur Operasi dan Pembangunan), dan Agus Winarno (Direktur Bisnis).
Hendra juga tidak takut bersaing dengan Starlink, perusahan satlit milik Elon Musk, dalam memberikan layanan infrastruktur telekomunikasi, seperti BTS terbang. “Flying Tower System memiliki keunggulan dari harga, kualitas, dan terus kita akan research dan development, ” jelasnya.
Oleh karena itu, Mitratel hingga tahun 2025 terus melakukan inovasi dan pengembangan atas teknologi Flying Tower System dan berharap bisa launching secara komersial. “Kami berharap bisa operasi pada 2026,” jelas Hendra.