BI Proyeksikan Ekonomi Global Bakal Melambat, Tertekan Ini

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Jakarta, VIVA – Bank Indonesia (BI) memperkirakan, ekonomi global pada 2024 akan cenderung melambat di 3,2 persen. Sebab BI menilai risko global saat ini masih terlihat tinggi.

img_title IHSG Sore Ini Ditutup Menguat 0,95 Persen ke 5.439

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan BI, Bulan Agustus 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ketidakpastian pasar keuangan global mulai mereda dengan risiko yang masih tinggi. Ekonomi global pada 2024 diperkirakan tumbuh sebesar 3,2 persen dengan kecenderungan yang melambat," ujar Perry di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu, 21 Agustus.

img_title ISEF 2026 Perkuat Ekonomi Syariah, BI Catat Transaksi Rp3,16 Triliun

Perry mengatakan, untuk ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan mulai melambat di semester II-2024. Hal ini seiring dengan penurunan permintaan domestik. 

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo

Photo :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

img_title Industri Fesyen Muslim Indonesia Punya Potensi Ekonomi Besar, Pasar Global Jadi Rebutan

"Sementara itu, ekonomi Tiongkok belum kuat, dan ekonomi Eropa terus membaik," jelasnya.

Perry menjelaskan, pelambatan ekonomi AS ini akan berdampak terhadap meningkatnya pengangguran, dan menurunnya inflasi yang lebih cepat ke arah sasaran inflasi jangka panjang sebesar 2 persen

Menurutnya, perkembangan ini mendorong kuatnya ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR), yang lebih cepat dan lebih besar dari perkiraan.

Gedung Bank Indonesia

Photo :
  • Dok. VIVA.co.id

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Perkembangan ini kemudian menyebabkan penurunan yield US Treasury tenor 2 tahun, yang diikuti dengan penurunan yield US Treasury tenor 10 tahun, dan pelemahan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia," imbuhnya.

Rupiah melemah terhadap dolar AS (foto ilustrasi)

Dolar AS Nyaris Tembus Rp18.200, BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Makin Tertekan

Rupiah melemah 1,15 persen secara bulanan dan kurs JISDOR mencapai Rp18.183 per dolar AS. BI menyebut konflik Timur Tengah hingga sentimen MSCI menekan rupiah.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut