5 Pesawat N-219 Buatan Indonesia Bakal Mengudara di Kongo

Menteri Bappenas Suharso Manoarfa (Doc: Natania Longdong)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Natania Longdong

Bali, VIVA – Dalam acara High Level Forum on Multistakeholder Partnership (HLF MSP) 2024, tercapai kesepakatan untuk pembelian pesawat N-219 buatan Indonesia yang akan digunakan di Kongo.

img_title Bukan dari Asia Tenggara, Hong Kong Malah Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Divisi 2

Kesepakatan ini diumumkan oleh Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, setelah melihat penandatanganan kontrak pembelian pesawat tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Hari ini saya menyaksikan penandatanganan kontrak untuk lima pesawat N-219, yang akan dibeli oleh perusahaan yang berbasis di Hong Kong (tapi milik Indonesia) dan akan digunakan di Kongo,” kata Suharso pada awak media, di Bali, Selasa, 3 September 2024.

img_title Ebola di Kongo Makin Mengerikan, 4.018 Orang Meninggal

Suharso menilai bahwa pembelian ini merupakan langkah positif bagi Indonesia, karena memungkinkan produk dalam negeri untuk dikenal lebih luas di pasar internasional.

“Ini sesuatu yang bagus. Jadi mempromosikan produk-produk kita sendiri di negara-negara seperti Afrika, itu harapannya. Jadi mereka bisa mencarikan pembiayaan sendiri, ucap Suharso.

img_title Gagal Pulang dari Hong Kong Gegara Erupsi Anak Krakatau, WNI Ini Malah Dapat Hotel Gratis dan Uang Makan

Pesawat N219.

Photo :
  • VIVA/Adi Suparman

Selain itu, Pemerintah Republik Demokratik Kongo juga menunjukkan minat untuk berkolaborasi dengan Indonesia dalam bidang perencanaan pembangunan.

“Yang berikutnya tadi dengan Pemerintah Kongo kami bertemu. Mereka ingin belajar bagaimana Indonesia menyusun perencanaan, bagaimana Indonesia bisa sampai seperti hari ini. Itu mereka mengagumi dan ingin tahu cara menyusun tahapan-tahapan perencanaan itu," beber Suharso.

Pesawat N219 Produk Dalam Negeri ini Bernama Nurtanio

Photo :
  • ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

Suharso juga menyebutkan bahwa Pemerintah Kongo akan mengirimkan para ahli untuk belajar di Indonesia.

Di sisi lain, Indonesia ingin menjalin kerjasama dalam produksi baterai mobil listrik, mengingat Kongo kaya akan cobalt sementara Indonesia memiliki sumber daya nikel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi tadi saya share dan mereka ingin mengirim para ahli ke sini untuk belajar di sini. Saya bilang kita juga ingin belajar juga, karena mereka kaya sekali akan sumber daya alam. Luar biasa mereka punya cobalt yang diperlukan untuk membuat baterai karena kita punya nikel. Jadi kita bisa bisa kerja sama dengan mereka," tutupnya.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution.

Butuh Dukungan Pusat, Bobby Nasution Beberkan 5 Prioritas Pembangunan Sumut kepada Bappenas

Gubernur Sumur Bobby Nasution menyampaikan kepada Bappenas terkait sejumlah proyek prioritas di Sumatera Utara yang membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat.

img_title
VIVA.co.id
9 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut