PLTU Jeranjang Terapkan Cofiring dan Ciptakan Dampak Ganda
- Dok. PLN IP
Adapun limbah tersebut mulai dari hasil olahan sampah atau solid recovered fuel (SRF), serbuk kayu atau sawdust, woodchip dan Limbah Racik Uang Kertas (LURK).
"Untuk PLTU Jeranjang kami menggunakan biomassa dari SRF , kemudian Sawdust dan woodchip,yang terakhir ada LURK, secara akumulatif total konsumsi biomassa PLTU Jeranjang sepanjang 2024 hingga Agustus ini mencapai 15.796 ton," kata Ariwibawa.
Pemanfaatan limbah yang dilakukan PLN Indonesia Power UBP Jeranjang dalam pelaksanaan program cofiring pun memberikan dampak ganda bagi masyarakat dan lingkungan. Salah satu koordinator masyarakat penyedia biomassa sawdust Mansyur mengungkapkan, PLN Indonesia Power UBP Jeranjang telah memberdayakan masyarakat sekitar PLTU Jeranjang untuk menyediakan bahan baku biomassa yang berasal dari wilayah sekitar Lombok.
"Kita mengumpulkan potensi-potensi lokal , kalau sumber kami adalah se-Pulau Lombok, jadi ada ratusan ton perkiraan yang didatangkan setiap harinya, untuk pendapatan tentunya meningkat dua kali lipatnya. Yang awalnya berpenghasilan 50 ribu setiap harinya kini dapat mencapai Rp 100 hingga 150 ribu," kata Mansyur.
Mansyur dan anggota kelompoknya mendapat target untuk menyediakan 3 ribu ton sawdust dalam satu tahun, untuk menyediakan hasil olahan serbuk gergaji tersebut membutuhkan tenaga 50 orang, selain itu juga ada pihak lain yang berperan dalam kegiatan ini.
Dengan adanya penyediaan sawdust ini terbukti membawa dampak menambah pendapatan masyarakat dan membuka lapangan kerja baru, sehingga perekonomian wilayah Lombok bisa lebih menggeliat.
"Kalau kami ditarget menyediakan 3 ribu ton per tahun yang mana melibatkan kurang lebih 50 orang. Ada juga pihak lain yang terlibat," ucap Mansyur.
Mansyur melanjutkan, para pengrajin kayu juga mendapat manfaat dari program cofiring. Sebab, serbuk kayu yang sebelumnya hanya menjadi limbah kini memiliki nilai ekonomi.
"Kami kerja sama dengan para pengolah kayu yang ada di Lombok, rata-rata limbah serbuk kayu yang dipakai jenisnya sengon, jati dan mahogani, kalori yang dihasilkan oleh uap bahan kayu ini cukup baik," jelas Mansyur.