Anindya Bakrie Ungkap Dampak Fenomena Judol Bagi Pengusaha

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, Sarasehan dengan Menkominfo
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Jakarta, VIVA – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novian Bakrie turut membeberkan dampak untuk pengusaha soal maraknya permainan judi online (judol). Dia menyebut hal itu sangat berdampak untuk perekonomian Indonesia kedepannya.

img_title Hampir Separuh Pengusaha Tak Siap Hadapi El Nino dan Karhutla, Kadin Minta Pemerintah Bergerak

"Mereka tidak bisa fokus memberdayakan perekonomian Indonesia," ujar Anindya Bakrie di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan pada Kamis 3 Oktober 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anindya menyayangkan fenomena judol ini justru menyasar pada kalangan anak muda yang sudah kecanduan. Dia menyebut ke depan anak muda yang terjerat itu bisa saja tak bisa lagi bekerja secara profesional.

img_title Karhutla Jadi Tantangan Operasional Dunia Usaha, Biaya dan Logistik Ikut Terdampak

Karenanya, Anindya secara penuh akan mendukung pemberantasan judi online yang dilakukan oleh Menkominfo RI.

"Lebih banyak lagi di usia muda akan sayang sekali karena mereka seharusnya menuntut ilmu dan menjadi pengusaha atau sekarang bekerja secara profesional sehingga apapun yang pak menteri lakukan, Kadin sangat dukung," kata dia.

img_title Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, WKU Kadin: Langkah yang Sangat Tepat!

Ilustrasi judi online.

Photo :
  • VIVA.co.id/Andrew Tito

"Dan judi online ini karena efeknya bukan saja jangka pendek tapi juga jangka panjang," sambungnya.

Terlebih kata Anindya, yang terindikasi fenomena judi online mencapai jutaan orang Indonesia. Padahal, saat ini baru masuk tahap kuartal I.

"Tadi pak menteri memaparkan luar biasa bahwa angkanya itu sampai 600 triliun perputaran di kuartal kesatu ini. Dan ada sekitar 4 juta yang terindikasi," tukasnya.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, Sarasehan dengan Menkominfo

Photo :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa ratusan ribu anak di Indonesia sudah kecanduan bermain judi online.

Adapun data tersebut, tekah dihimpun Kominfo melalui catatan dari Pusat Pelaporan dan Transaksi Keuangan (PPATK) pada 2024.

"Berdasarkan data PPATK, tercatat sebanyak 197.054 kasus kecanduan judi online pada kalangan anak di bawah umur di Indonesia," ujar Budi Arie Setiadi di Acara Sarasehan dengan Kadin Indonesia, Kamis 3 Oktober 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Budi menjelaskan bahwa kalangan anak yang sudah kecanduan judi online yakni berusia 11-19 tahun. Berdasarkan datanya, anak-anak yang kecanduan judi online terpantau sudah melakukan deposit judi online senilai total Rp 293 miliar. 

Kemudian, transaksi tersebut secara menyeluruh sudah dilakukan 2,2 juta transaksi. Budi juga menuturkan tingginya angka perceraian di Indonesia meningkat karena dampak judol. Data tersebut dijelaskan Budi berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilaporkan pada 2024.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut