Gubernur BI Buka Peluang Turunkan Suku Bunga Acuan

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Jakarta, VIVA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wajiyo menyatakan, penurunan suku bunga atau BI Rate ke depan tidak hanya berpedoman terhadap arah kebijakan The Fed atau Federal Reserve AS. Hal ini seiring dengan penahanan BI Rate pada bulan ini di level 6 persen.

img_title Sokong Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Wamendagri Bima Tegaskan Pentingnya Perluasan Akses Keuangan Daerah

Perry mengatakan, saat ini arah dan sikap BI masih tetap sama, yakni pro-stability dan pro-growth atau mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Arah stance kebijakan moneter tetap. Semula hanya prostability, mulai bulan lalu adalah seimbang antara pro-stability dan pro-growth,” ujar Perry dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2024.

img_title Prabowo Dorong Komoditas RI Diolah di Dalam Negeri Agar Dongkrak Nilai Tambah Ekonomi

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo

Photo :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Namun Perry mengatakan, BI tetap mencermati ruang penurunan BI Rate, dengan mempertimbangkan perkembangan inflasi, nilai tukar rupiah, dan pertumbuhan ekonomi. 

img_title Viral! Demi iPhone 18, Warga Tanah Air Rela Antre Sejak Dini Hari hingga Suasana Pengambilan Kupon Memanas

Perry pun meminta berbagai pihak untuk bersabar terkait penurunan BI Rate ini. Dia juga enggan menyampaikan besaran dan kapan waktu pemangkasan BI Rate selanjutnya. 

“Sabar, arahnya memang kami masih melihat ruang penurunan suku bunga ke depan, masalah timing dan magnitude, kami akan mengukur data independent,” imbuhnya. 

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada Oktober 2024 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6 persen.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, di acara Festival Ekonomi Keuangan Digital dan Karya Kreatif Indonesia (FEKDI x KKI) di JCC Senayan, Jakarta, Kamis, 1 Agustus 2024

Photo :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 15 dan 16 Oktober 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 6 persen," terangnya.

Perry menuturkan, dengan tidak dilakukannya kenaikan suku bunga acuan ini, maka suku bunga deposit facility tetap sebesar 5,25 persen dan suku bunga lending facility di 6,75 persen. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menegaskan, keputusan mempertahankan BI Rate di level 6 persen  konsisten dengan arah kebijakan moneter moneter untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5±1 persen pada 2024 dan 2025. Serta untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara kunjungi desa di Tiongkok

Pengembangan Lapangan Kerja hingga Investasi di Desa Transmigrasi Bisa Jadi Pusat Ekonomi Baru

Mentras Iftitah Sulaiman menekankan, desa tidak harus kehilangan generasi mudanya, hanya karena lapangan kerja dan kesempatan ekonomi lebih banyak tersedia di kota.

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut