Inflasi di Kota Padang Alami Tren Penurunan

Pedagang di pasar tradisional. (ilustrasi)
Sumber :
  • VIVA/Adi Suparman.

Padang, VIVA –  Penjabat (Pj) Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Andree Algamar menyebut bahwa Inflasi di wilayahnya menunjukkan tren penurunan, pada September 2024 secara years to years (YoY) dengan angka 1,28 persen. 

img_title Kendalikan Inflasi, Mendagri Tito Minta Pemda Waspadai Kenaikan Harga Ayam, Telur, dan Beras

Meski demikian kata Andree Algamar, ia tetap menginstruksikan seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang untuk terus melakukan monitoring dan memantau harga komoditas, terutama saat terjadi kenaikan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi- Pedagang cabai merah di pasar.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

img_title Inflasi Medis RI 2026 Diproyeksi Capai 17,8 Persen, Premi Asuransi Kesehatan Didorong Harus Lebih Adil

"Inflasi terjadi karena kenaikan harga barang. Inflasi di Kota Padang selama tiga bulan selalu mengalami penurunan YoY. Perlu kita waspadai apabila terjadi inflasi terus menerus, juga tidak baik bagi perkembangan perekonomian di Kota Padang," kata Andree Algamar, Selasa 22 Oktober 2024. 

Ia berharap, dengan adanya High Level Meetin TPID yang kemarin mengundang sejumlah praktisi dan akademisi, mampu memperoleh strategi yang tepat dalam mengendalikan inflasi. Terlebih saat transisi pemerintahan.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.702 Dibayangi Inflasi Pangan dan Kembali Memanasnya Perang Iran-AS

"Kita sudah melaksanakan berbagai aksi dalam pengendalian inflasi. Salah satunya penguatan cadangan pangan pemerintah, yang telah didistribusikan sebanyak 111,98 persen hingga Oktober 2024,"ujar Andreaa.

Pemko Padang kata Andree, juga sudah melaksanakan gerakan pangan murah (GPM) dalam mengurangi gejolak harga komoditas pangan. Lalu, melaksanakan pementasan dan pengawasan secara continue terhadap ketersediaan dan pasokan pangan di pasar dan distributor pangan yang dilakukan sekali seminggu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang, Alfianto menjelaskan bahwa penurunan inflasi di Kota Padang terjadi saat Juli 2024, secara YoY dengan angka 2,11 persen. Pada Agustus 2024 tercatat 1,94 persen, sedangkan September 1,28 persen. 

"Komoditas yang dominan pemicu inflasi di Kota Padang yaitu makanan, minuman dan tembakau. Sementara kelompok pemicu deflasi yang paling besar yaitu makanan dan minuman. Mudah-mudahan kita tetap bisa mempertahankan ekonomi Kota Padang," tutupnya. 

Ilustrasi IHSG.

IHSG Dibuka Memerah Dibayangi Koreksi saat Bursa Asia Variatif dan Wall Street Lesu

IHSG dibuka melemah 9 poin atau 0,16 persen di level 6.364 pada pembukaan perdagangan Kamis, 24 September 2026 dan diprediksi terkoreksi pada perdagangan hari ini.

img_title
VIVA.co.id
24 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut