Prabowo Teken PP Penghapusan Piutang Macet UMKM, Ini Kriterianya

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman
Sumber :
  • VIVA/Ahmad Farhan Faris

Jakarta, VIVA - Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menjelaskan soal Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 tentang penghapusan piutang macet kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan serta UMKM lainnya, yang diteken oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, 5 November 2024.

img_title Persaingan UMKM Makin Ketat, Pelaku Usaha Kecil Perlu Lebih dari Sekadar Modal

“Program ini yang dilakukan Bapak Presiden Prabowo dalam bentuk simbolisasi keberpihakan pemerintah kepada mereka para pelaku UMKM yang bergerak di bidang pertanian, perikanan yang selama ini ada kurang lebih 1 jutaan orang,” kata Maman di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Prabowo Subianto

Photo :
  • VIVA/Ahmad Farhan Faris

img_title BEI Kaji Insentif Pajak bagi Emiten, Bidik Lebih Banyak UMKM untuk IPO

Kata dia, para pelaku UMKM diberikan sebuah penghapusan utang piutang di mana mereka itu proses pinjam meminjamnya di bank milik BUMN yakni Himbara. Menurut dia, rata-rata nilai utang piutangnya untuk badan usaha itu maksimal Rp500 juta.

“Yang utang piutang berutang maksimal Rp500 juta untuk badan usaha, dan untuk perorangan Rp300 juta,” jelas Politisi Partai Golkar ini.

img_title Hadirkan 50 UMKM, SMEXPO Regional Bekasi 2026 Luncurkan Katalog Digital PFpreneur untuk Perluas Akses Pasar Produk Lokal

Namun, Maman menegaskan agar tidak terjadi simpang siur bahwa para pelaku UMKM yang bergerak di sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan ini dihapuskan utang piutangnya oleh Pemerintahan Prabowo karena memang notabene terkena beberapa permasalahan seperti bencana alam.

“Misalnya gempa bumi, bencana alam dan COVID-19. Jadi, ini tidak semua pelaku UMKM kita hapuskan utang piutang ini yang betul-betul tidak bisa tertolong lagi,” tegas dia.

Kemudian, lanjut Maman, para pelaku UMKM yang bergerak di sektor perikanan dan pertanian sudah tidak memiliki kemampuan bayar dan sudah jatuh tempo. Kini, kata dia, sudah diproses penghapusan bukunya di Bank Himbara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi ini betul-betul tidak memiliki kemampuan lagi dan itu rentangnya kurang lebih 10 tahunan. Saya mau sampaikan ini tidak semua pelaku UMKM. Artinya, bagi pelaku UMKM lainnya yang memiliki dan dinilai Bank Himbara memiliki kekuatan untuk terus jalan, ya tidak diberikan. Jangan sampai ini diterjemahkan melebar,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 tentang penghapusan piutang macet kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan serta UMKM lainnya pada Selasa, 5 November 2024.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut