Airlangga: Biodiesel B40 Diterapkan Mulai 1 Januari 2025

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Sumber :
  • Kemenko Perekonomian

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan produk bahan bakar nabati atau biodiesel B40 akan tetap diimplementasikan pada 1 Januari 2025. Ia menekankan bahwa itu sudah menjadi komitmen pemerintah.

img_title Tiket Pesawat dan Kapal Diskon 30 Persen saat Nataru 2026, Pemerintah Siapkan Stimulus Rp883 Miliar

"Untuk biodiesel B40, kami berkomitmen untuk memulai pada 1 Januari 2025," kata Airlangga dalam konferensi pers di Hotel Four Seasons Jakarta, Jumat, 29 November 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Biodiesel. Sumber foto: bpdp.or.id.

Photo :

img_title Airlangga Ungkap Target Kredit Rp400 Triliun pada 2027, Sasar 28 Juta Keluarga untuk Dongkrak Daya Beli

Selain itu, Airlangga menuturkan bahwa pemerintah juga akan menambah volume produksi sawit nasional untuk kuota B40. 

"Kami sudah memutuskan volume tambahan untuk kuota dan saya pikir dengan skema yang sekarang, BPDPKS sudah bersedia untuk memberikan pendanaan untuk menutup selisih harga CPO dan minyak tanah," imbuhnya.

img_title Airlangga Siapkan 3 Jalur Kredit Rp400 Triliun pada 2027, KUR hingga Alsintan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, bahan bakar Biodiesel B50 ditargetkan terealisasi pada 2026. Karenanya, dia menyebut pemerintah akan mengurangi kuota ekspor sawit untuk pemenuhan dalam negeri.

Amran mengatakan, untuk memproduksi bahan bakar minyak sawit 50 persen dengan campuran solar ini, setidaknya dibutuhkan 5,3 juta ton Crude Palm Oil (CPO). Pemerintah pun jelasnya, saat ini tengah merancang untuk memproduksi B50.

"Kita rancang dulu B50 karena bahannya cukup, kita cuma butuh 5,3 juta ton CPO," ujar Amran kepada wartawan di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2024.

Amran mengatakan, untuk memproduksi B50 ini Indonesia sudah memiliki pabrik, dan pemerintah hanya perlu meningkatkan kapasitasnya. Dia pun menjamin, pasokan CPO untuk memproduksi B50 mencukupi.

"CPO kita produksinya 46 juta ton, sekarang dalam negeri kita pakai 20 juta ton. Kita ekspor 26 juta ton, kalau kita mengambil 5,3 juta ton, berarti nggak ada masalah kan? Karena kita ekspor 26 juta ton," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, Amran mengatakan bahwa untuk memproduksi B50 ini pemerintah akan mengurangi kuota ekspor CPO. "Kita kurangi sesuai kebutuhan dalam negeri. Kita prioritaskan dalam negeri," jelasnya.

Ilustrasi bantuan sosial

Pemerintah Siapkan Stimulus Puluhan Triliun untuk Warga, Ini Daftar Bantuan dan Insentif yang Segera Jalan

Pemerintah sudah stimulus ekonomi berupa bantuan beras, subsidi upah, diskon Nataru, insentif pajak, magang, dan KPR bersubsidi mulai akhir 2026 hingga 2027.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut