Bappenas Minta Pengusaha Bantu Program SDGs

Staf Ahli Menteri Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali (Doc: Bappenas)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Natania Longdong

Bandung, VIVA – Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta para pelaku usaha ikut membantu pencapaian 17 program Sustainable Development Goals (SDGs). Sebab, dalam mencapai gol tersebut tidak mudah ketika harus dikerjakan sendiri oleh pemerintah baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah.

img_title Tak Cukup soal SDA, Pasal 33 UUD 1945 Harus Mampu Tingkatkan SDM & Pendidikan Demi Pemerataan

Staf Ahli Menteri Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali mengatakan perlu kerja sama seluruh pihak termasuk pengusaha, organisasi masyarakat, dan lembaga lainnya, untuk menyukseskan program SDGs. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah Indonesia sendiri punya empat pilar yang coba dikuatkan, seperti bidang sosial, ekonomi, sosial, dan tata kelola. 

img_title Kejar Ekonomi 6 Persen di 2027, Purbaya Targetkan Investasi Tumbuh 7 Persen

"Jadi empat pilar ini harus saling bersinergi, enggak mungkin enggak (sinergi). Jadi kami ingin pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi nggak boleh merusak lingkungan. Kita boleh ekonomi tinggi, tapi nggak boleh meninggalkan mereka yang miskin, supaya kesenjangan tidak terlalu tinggi," ujarnya dalam kegiatan 'Indonesia Social Investment Forum (ISIF)' di Kota Bandung, pada Rabu, 11 Desember 2024.

Sustainable Development Goals (SDGs).

Photo :
  • International Institute for Sustainable Development

img_title Strategi Pacu Ekonomi 6% di 2027, Purbaya: Akselerasi Fiskal-Moneter dan Dukungan Investasi Danantara

Kepala Sekretariat Nasional SDGs ini menilai dalam menjalankan berbagai kegiatan, termasuk oleh pelaku usaha harus ada keseimbangan. Memang tidak mudah, tapi, kata Pungkas, hal ini penting sehingga kesejahteraan masyarakat bisa diraih dengan cara yang baik dan merata.

"Perusahaan swasta pun sekarang sudah diminta untuk lebih dermawan dengan memberikan berbagai bantuan dalam banyak bentuk," ujar Pungkas.

Harapannya bantuan ini pun tidak hanya sekali, namun dapat berkelanjutan. "Inovasi di industri itu bukan hanya yang dampaknya pada profit saja, tapi harus ada inovasi yang bisa jadi itu 'membunuh' yang kurang manfaatnya. Harus ada pendekatan baru yang hasilnya lebih bagus," paparnya.

Melalui pertemuan tersebut, diharapkan perusahaan yang mendukung SDGs dapat bertukar ilmu dan memberikan dampak baik, bukan hanya untuk industri itu sendiri, tetapi juga masyarakat.

Sementara itu, Managing Director Social Investment Indonesia (SII) Fajar Kurniawan mengatakan, selama ini banyak pelaku usaha yang bekerja sendiri dalam memberikan dampak sosial. 

Dalam melakukan investasi sosial, pelaku usaha tidak bisa melakukan dengan biasa. Perlunya inovasi dan keberanian dalam mengambil keputusan agar sebuah perusahaan tetap berjalan dan berdampingan dengan program-program dalam SDgs.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tantangannya saya kira banyak, tapi yang paling kita bisa kerjakan. Yang sekat-sekat itu kita coba hilangkan sehingga biasakan bekerja secara kolaboratif," kata Fajar.

pengrajin sepatu

Rambah Pasar Internasional, Pelaku Usaha Lokal Kerap Terkendala Layanan Pengiriman Harga Terjangkau

Bagi pelaku usaha lokal, pengiriman barang lintas negara akan membuka kesempatan untuk membawa produk mereka agar bisa merambah ke pasar internasional di mancanegara.

img_title
VIVA.co.id
3 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut