Dampak UMP Naik 6,5 persen pada Emiten Konsumer

Ilustrasi Investasi
Sumber :
  • pexels.com/TabTrader.com app

Jakarta, VIVA - Mega Capital Sekuritas menilai emiten konsumer akan diuntungkan dari kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). Namun, sektor konsumer juga dihadapkan tantangan.

img_title IHSG Dibuka Melemah pada Rabu Pagi, Tekanan Rupiah hingga Sentimen MSCI Jadi Perhatian Investor

Presiden Prabowo Subianto menaikkan UMP nasional sebesar 6.5 persen pada 2025. Kebijakan bertujuan meningkatkan daya beli pekerja dan daya saing usaha.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gubernur di setiap provinsi diharapkan sudah besaran UMP selambat-lambatnya pada 11 Desember 2024 lalu. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melaporkan sebanyak 21 provinsi sudah menyerahkan besaran UMP setelah naik 6,5 persen sebagaimana arahan pemerintah. 

img_title Bos BEI Siapkan Strategi Baru untuk Menghukum Saham Gorengan, Investigasi akan Dibuka ke Publik

Mega Capital Sekuritas menilai dampak positif kenaikan UMP bukan hanya dirasakan para pekerja tetapi juga emiten sektor konsumer. Pasalnya, keputusan kenaikan upah berpotensi meningkatkan konsumsi rumah tangga yang berkontribusi 50 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. 

Swalayan

Photo :
  • VivaNews/ Nurcholis Anhari Lubis

img_title MSCI Jadi Sorotan Pasar, Danantara Malah Mulai Serok Saham BUMN dalam Dua Hari Terakhir

Gerai swalayan 212 Mart di Kota Bengkulu saat dibuka perdana pada Jumat, 6 April

Photo :
  • VIVA/Harry Siswoyo

Selain itu, kenaikan UMP diperhitungkan mendorong kinerja pendapatan dan laba emiten konsumer, seperti PT Ultrajaya Milk Industry (ULTJ). Emiten ritel seperti PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) turut berpeluang meraup manfaat dari penguatan daya beli masyarakat.

Mesikpun demikian, Mega Capital Sekuritas mengungkapkan tantangan yang harus dihadapi sektor konsumer. Kenaikan UMP menyebabkan risiko fluktuasi nilai tukar dapat menekan margin keuntungan.

Operational expenditure (opex) atau biaya operasional diperhitungkan akan melonjak seiring kenaikan upah akibat beban gaji yang tinggi. Mega Capital Sekuritas menyoroti saham AMRT dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) perlu mengantisipasi tantantang ini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Peningkatan konsumsi membuat prospek emiten konsumer tetap cerah. Meskipun tantangan operasional perlu dikelola secara efektif," tegas Mega Capital Sekuritas yang dikutip dari risetnya pada Selasa 17 Desember 2024.

Telkom menyiapkan langkah untuk mempercepat pelaksanaan program pembelian kembali saham (buyback).

Telkom Percepat Buyback Saham Rp4 Triliun, Ini Strategi di Balik Langkahnya

Telkom menyiapkan percepatan buyback saham maksimal Rp4 triliun. Per 19 Oktober 2026, sisa alokasi lebih dari Rp3 triliun dengan pendanaan dari kas internal.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut