50 Orang Terkaya di Indonesia 2024

iilustrasi kaya raya
Sumber :
  • Pixabay
 
img_title Dari Pabrik Chip hingga Pusat Data AI, Inilah Medan Pertempuran Baru yang Jarang Terlihat oleh Publik

Industri yang Menghasilkan Kekayaan Terbesar

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Diversified

img_title Sinergi Industri Kreatif dan Keuangan Syariah Buka Peluang Ekonomi Baru

Sebagian besar miliarder Indonesia, termasuk R. Budi & Michael Hartono ($50.3 B) serta Prajogo Pangestu ($32.5 B), memiliki portofolio bisnis yang beragam. Mereka berinvestasi di sektor seperti perbankan, properti, dan manufaktur, memaksimalkan peluang dari berbagai lini bisnis.

2. Energi

img_title Pengembangan Lapangan Kerja hingga Investasi di Desa Transmigrasi Bisa Jadi Pusat Ekonomi Baru

Energi menjadi sektor strategis yang mendominasi kekayaan beberapa individu. Low Tuck Kwong ($27 B) dan Dewi Kam ($4.8 B) adalah contoh nyata bagaimana sumber daya alam Indonesia dapat diubah menjadi kekayaan luar biasa.

3. Manufaktur

Sri Prakash Lohia ($8.7 B) dan Bachtiar Karim ($4.1 B) menunjukkan bahwa manufaktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi, menciptakan lapangan kerja sekaligus menghasilkan kekayaan besar.

4. Teknologi

Dengan munculnya nama-nama seperti Otto Toto Sugiri ($2.21 B) dan Marina Budiman ($1.32 B), sektor teknologi mulai menunjukkan potensinya di Indonesia, terutama dalam era digital yang terus berkembang.

Pelajaran dari Para Miliarder

1. Inovasi dan Adaptasi

Para miliarder seperti R. Budi & Michael Hartono telah membuktikan bahwa inovasi adalah kunci untuk bertahan di pasar yang kompetitif. Mereka memanfaatkan teknologi dan diversifikasi bisnis untuk tetap relevan.

2. Investasi di Sektor Potensial

Low Tuck Kwong dan lainnya menunjukkan pentingnya investasi di sektor-sektor strategis seperti energi dan teknologi, yang memiliki prospek jangka panjang.

3. Keberanian Mengambil Risiko

Nama-nama seperti Chairul Tanjung dan Martua Sitorus ($3.6 B) mengajarkan bahwa keberanian mengambil risiko dalam bisnis dapat menghasilkan imbalan besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meskipun daftar ini menunjukkan kesuksesan luar biasa, masih ada tantangan besar bagi Indonesia, termasuk ketimpangan ekonomi dan perlunya investasi yang lebih merata. Namun, visi pertumbuhan ekonomi 8% yang ditargetkan pemerintah memberikan harapan bahwa semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari pertumbuhan ini.

 
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto

Bima Arya Minta Kepala Daerah Tak Kejar Pertumbuhan Ekonomi Saja, Lingkungan Jangan Dikorbankan

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan kepala daerah agar tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dalam menyusun kebijakan pembangunan.

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut