Kadin Indonesia Beberkan Sederet Tantangan yang Dihadapi Pengusaha pada 2025

Waketum Kadin Indonesia Bidang Analisa Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Aviliani.
Sumber :
  • Dokumentasi Kadin Indonesia.

Jakarta, VIVA – Amerika Serikat (AS) dan China akan mengeluarkan paket kebijakan untuk mendorong perekonomian di negaranya. Adanya paket kebijakan ini dikhawatirkan akan berdampak ke Indonesia, seperti ke investasi dan nilai tukar rupiah.

img_title 77 Merek Dunia Pakai Komponen RI, Kadin Ungkap Potensi Ekspor Indonesia

Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Kadin Indonesia, Aviliani menilai, paket kebijakan oleh China dan AS akan menarik investasi ke negara tersebut. Sehingga hal ini akan menjadi tantangan bagi para pengusaha.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan insentif yang akan diberikan oleh China dan Amerika itu akan membuat ketertarikan sendiri di dalam investasi. Nah ini akan ada hubungannya nanti dengan nilai tukar, kenapa? Karena otomatis begitu banyak investasi itu akan keluar dari Indonesia tentu saja nilai tukar kita itu akan tertantang range-nya," ujar Aviliani dalam acara Global & Domestic Economic Outlook 2025 Senin, 30 Desember 2024. 

img_title Wakil Ketua Panja sebut Investasi hingga Haji Bodong akan Masuk RUU Perampasan Aset

Aviliani memperkirakan, dengan adanya paket kebijakan ini nilai tukar rupiah pada 2025 akan melebihi level Rp 16.000 per dolar AS.

"Kalau sekarang orang masih bisa Rp 16.000 mungkin nanti bisa lebih dari Rp 16.000. Nah nanti juga akan disampaikan tentang hal ini, jadi tantangan satu adalah kaitannya dengan nilai tukar," katanya.

img_title Ibas Dorong Generasi Muda Ponorogo Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif

Di samping itu, Aviliani menilai Indonesia pada 2025 juga akan menghadapi beberapa tantangan lainnya, seperti suku bunga the Fed dan Bank Indonesia (BI).

Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Kadin Indonesia, Aviliani

Photo :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

"Jadi suku bunga di tahun depan masih punya tantangan tersendiri untuk menurun secara signifikan. Jadi ini juga menjadi buat pengusaha harus pintar-pintar bagaimana kalau bunga tinggi apa yang harus dilakukan oleh pengusaha," katanya.

Selain itu, permasalahan upah dan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ke 12 persen akan menjadi tantangan tahun depan bagi para pengusaha. Sehingga dengan itu, Aviliani menilai bahwa pengusaha harus membuat beberapa perhitungan yang matang.

"Ketiga tantangan terkait dengan pasti adalah upah. Upah yang kemungkinan juga akan naik dan juga PPN," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aviliani Malik, Waketum Kadin Bidang Analisa Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi

Photo :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Selain itu terang Aviliani, nilai tambah khususnya di dalam hilirisasi juga akan menjadi tantangan pengusaha ke depan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut