Luhut: Masyarakat Tak Bayar Pajak Bakal Dipersulit Urus Administrasi

Konferensi Pers Dewan Ekonomi Nasional (DEN)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Jakarta, VIVA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, pemerintah akan mempersulit urusan administrasi masyarakat yang tidak melaksanakan kewajiban membayar pajak kepada negara. Salah satu contoh yang dipersulit yakni saat akan membuat paspor.

img_title Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura Disebut Tak Picu Konflik, Ini Kata Luhut

Luhut mengatakan, ke depan pemerintah akan fokus melakukan digitalisasi untuk mempercepat transformasi. Salah satunya melalui aplikasi coretax atau sistem inti administrasi perpajakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kamu ngurus paspormu, tidak bisa karena kamu belum bayar pajak. Kamu enggak bisa nanti kalau lebih jauh lagi, kamu memperbarui izinmu enggak karena kamu belum bayar (pajak)," ujar Luhut dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2025.

img_title Punya STNK dan BPKB, Mobil dan Motor Bisa Jadi Bodong karena Hal Ini

Pelayanan pembuatan paspor di Mal

Photo :
  • Istimewa

Luhut menilai, dengan digitalisasi akan memaksa setiap individu dan perusahaan patuh terhadap kewajiban pajak dan royalti. Selain itu, digitalisasi juga akan menciptakan transparansi penuh dalam administrasi publik di Indonesia.

img_title DJP Hapus Sanksi Administrasi Pajak hingga 100 Persen, Ini Klaster dan Ketentuannya

"Memang ini membuat Indonesia itu betul-betul transparan ke depan dengan mesin," imbuhnya.

Sementara itu, Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto mengatakan implementasi SIMBARA juga dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Dia mengatakan, hal tersebut dikarenakan teknologi yang ada memungkinkan deteksi sistematis terhadap data yang tidak akurat. Misalnya saja, SIMBARA mampu memblokir penjualan batu bara perusahaan jika ada royalti yang belum dibayar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau di SIMBARA, batu baranya belum bayar royalti maka sistemnya akan nge-block. Jadi perusahaan itu tidak akan bisa jualan batu bara sampai dia melunasi tagihan royaltinya," imbuhnya.

Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan

Luhut: Kepastian Hukum Jadi Prasyarat Pembentukan Family Office

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan kepastian hukum menjadi salah satu pertimbangan utama investor sebelum menempatkan dananya di suatu negara.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut