Respons Menko Airlangga soal Pemangkasan BI Rate

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Jakarta, VIVA – Bank Indonesia (BI) sudah memangkas suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 persen menjadi 5,75 persen. Dengan demikian, saat ini suku bunga deposit facility turun menjadi 5 persen, dan suku bunga lending facility menjadi 6,5 persen.

img_title Pemerintah Siapkan Stimulus Puluhan Triliun untuk Warga, Ini Daftar Bantuan dan Insentif yang Segera Jalan

Merespons hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa penurunan BI Rate ini kebijakan yang baik. Hal ini seiring dengan rendahnya inflasi 2024 yang sebesar 1,55 persen secara year on year (yoy).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"(BI Rate) turun adalah baik sekali. Kalau kita lihat inflasi kita kan rendah 1,55 persen maka kalau cost of fund kalau bunga enggak turun kan (nanti) ketinggian," ujar Airlangga usai menghadiri Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin, di The Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2024.

img_title Tiket Pesawat dan Kapal Diskon 30 Persen saat Nataru 2026, Pemerintah Siapkan Stimulus Rp883 Miliar

Gedung Bank Indonesia.

Photo :
  • VIVA/Andry Daud

Airlangga menyebut, penahanan suku bunga yang dilakukan dalam empat bulan sebelumnya sejak 2024, karena menunggu keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Fed memangkas suku bunga acuannya.

img_title IHSG Sore Ini Ditutup Menguat 0,95 Persen ke 5.439

"BI menahan penurunan karena menunggu AS, karena kita harus rate tidak lebih rendah dari AS, karena untuk mencegah tidak terjadi capital flight," jelasnya.

Sebelumnya, BI memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) Januari 2024. Dengan demikian, saat ini BI Rate ada di level 5,75 persen.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 14-15 November 2024 memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers Rabu, 15 Januari 2025.

Perry menuturkan, dengan dilakukannya pemangkasan suku bunga acuan ini, maka suku bunga deposit facility turun 25 bps menjadi 5 persen, dan suku bunga lending facility turun sebesar 25 bps menjadi 6,5 persen.

Dia menegaskan, keputusan konsisten dengan tetap rendahnya perkiraan inflasi 2025 dan 2026 yang terkendali dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen. Kemudian terjaganya rupiah sesuai dengan fundamentalnya untuk pengendalian inflasi dalam sasarannya, dan perlunya upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi/

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ke depan Bank Indonesia akan terus mengarahkan kebijakan moneter untuk menjaga inflasi dalam sasarannya dan nilai tukar yang sesuai fundamental, dengan tetap cermati ruang mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dinamika yang terjadi pada perekonomian global dan nasional," imbuhnya.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rapat Koordinasi Nasional TPAKD di Jiexpo, Jakarta,

Prabowo Bidik Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun pada 2027, Kelompok Petani hingga Nelayan jadi Sasaran

Prabowo menargetkan penyaluran kredit rakyat Rp400 triliun pada 2027 untuk petani, nelayan, UMKM, dan warga berpenghasilan rendah, seiring peluncuran DNKK.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut