Menteri PKP Maruarar Sirait Pastikan Program Rumah Bersubsidi di Bali Tepat Sasaran

Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait saat meninjau perumahan bersubsidi di Lovina Bali.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Maha Liarosh (Bali)

Bali, VIVA – Perumahan Taman Wira Lovina, Desa Kayuputih Melaka Bali terdiri dari  1.100 unit rumah yang dibiayai oleh sejumlah perbankan BUMN. Ratusan unit rumah itu merupakan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau program perumahan bersubsidi

img_title Soal Polemik Hercules dengan Maruarar, DPR Minta Nusron Mediasi: Kami Hanya Mengawasi

Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas rumah yang dibangun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya harus cek lapangan. Kita sedang buat formulasi baru tahun ini, tujuannya satu bagaimana dengan anggaran sama penerima rumah subsidi jumlahnya meningkat dan tidak melanggar aturan. Ujungnya rakyat sebagai konsumen dapat manfaat nomor satu," kata Menteri Ara saat meninjau program FLPP di Lovina Bali, Selasa, 28 Januari 2025.

img_title Soal Lahan Bongkaran, Hercules Beri Peringatan Keras ke Maruarar Sirait, Menteri PKP: Tanah Abang Aset Negara!

Maruarar juga menyoroti pentingnya fasilitas rumah sesuai kebutuhan masyarakat.

"Saya tanya sejumlah masyarakat, MCK sudah oke, saluran airnya oke. Ada yang sudah baik tapi ada juga yang perlu diperbaiki," ujarnya.

img_title 101 Ribu Rumah Subsidi Bakal Diakad Massal Desember 2026, Ini Jadwalnya

Di Banjar Asem, Menteri PKP kembali menegaskan pentingnya program perumahan yang tepat sasaran dan bebas dari pungutan liar. Dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), pemerintah mengalokasikan dana Rp 20 juta per rumah untuk bahan bangunan dan upah tukang.

"Dengan anggaran terbatas harus ada prioritas. Juga mendapatkan developer yang tepat. Tepat sasaran yang membutuhkan," jelasnya.

Maruarar juga mengingatkan agar lahan pertanian produktif tidak digunakan untuk perumahan.

"Patut diingat Presiden punya program swasembada pangan, jadi dilarang keras lahan pertanian digunakan. Saya mohon Gubernur dan Bupati jangan lahan produktif digunakan untuk perumahan. Jangan menyelesaikan masalah dengan masalah," tegasnya.

Khusus untuk Bali, Maruarar menekankan perlunya hunian yang sesuai dengan kultur budaya setempat.

"Usulan tentang rumah untuk seniman juga sudah kita pikirkan dan akan kita bahas serius," kata Menteri Ara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kurun waktu 20 Oktober 2024 hingga 20 Januari 2025, total rumah KPR subsidi melalui perbankan mencapai 36.057 unit di seluruh Indonesia dengan nilai Rp4,54 triliun. Ditambah suplai stok tambahan sebanyak 43 ribu unit dan dalam proses pembangunan sebanyak 10.440 unit.

Pj. Gubernur Bali SM  Mahendra Jaya berharap program perumahan tersebut dapat menjangkau masyarakat miskin ekstrem di Bali yang tidak memiliki rumah maupun masih tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut