IHSG Melesat ke Level 6.645, Simak 5 Saham yang Ikut Terbang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHS) melesat 1,74 persen atau 113,78 poin pada akhir penutupan perdagangan, Rabu, 12 Februari 2025. IHSG ditutup di level 6.645,77 disusul kenaikan sejumlah emiten saham.

img_title IHSG Anjlok ke 5.057, Banyak Emiten Berguguran Sore Ini

Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, pergerakan IHSG terpantau berada dalam rentang area 6.537-6.646. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 10,83 triliun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Secara teknikal, terdapat penyempitan negative slope seiring dengan pembentukan Golden Cross pada indikator Stochastic RSI pada oversold area," ulas Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

img_title 9 Saham RI Terancam Ditinggal Asing, Potensi Dana Keluar Tembus Rp60,64 Triliun

Lonjakan ditopang menguatnya seluruh sektor saham. Sektor infrastruktur melejit 2,90 persen diikuti peningkatan sektor kesehatan sebesar 2,23 persen dan sektor teknologi menguat 1,17 persen.

img_title IHSG Sempat Ambruk ke 5.066, Saham Big Cap Tertekan, Sejumlah Emiten Justru Terbang

CGS International Sekuritas melaporkan beberapa saham yang berhasil menorehkan kenaikan pesat di akhir sesi perdagangan diantaranya:

J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)

Saham PSAB melejit 6.86 persen dan ditutup di level 278 setelah sempat menguat 6.81 persen selama sesi perdagangan berlangsung. Penguatan dipengaruhi katalis berlanjutnya penguatan harga emas seiring dengan pengenaan tarif resiprokal yang berlangsung mendorong permintaan aset safe haven.

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)

Saham EMTK menyusul kenaikan 3,45 persen menjadi 600. CGS International menguat dipicu kabar anak usaha Emtek, Superbank, yang sedang mempertimbangkan penawaran perdana saham (IPO) yang mengincar dana senilai US$ 200-300 juta.

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) 

ACE Hardware

Photo :

Saham ACES meningkat 1.99 persen ke level 770. Katalis lonjakan saham ACES karena berlanjurnya kebijakan populis pemerintah yang diharapkan dapat mendorong daya beli masyarakat dan minat belanja yang berpotensi menguntungkan perseroan. 

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

Saham PGAS menorehkan lompatan harga 0,59 persen hingga menyentuh area 1.640. Kenaikan saham PGAS ditopang keputusan pemerintah yang menaikkan harga jual gas bumi tertentu (HGBT) untuk tujuh  sektor menjadi US$6.5 per MMBtu dari sebelumnya US$6 per MMBtu.

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Matahari Department Store

Photo :
  • Matahari.co.id

Saham ritel Matahari meningkat 0,32 persen menjadi 1.550. Katalis peningkatan saham LPPF karena berlanjutnya kebijakan populis pemerintah yang diharapkan dapat mendorong daya beli masyarakat dan minat belanja yang berpotensi menguntungkan perseroan. 

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffery Hendrik

Indonesia dan India Punya Aturan Tak Biasa soal Saham, Ini yang Diungkap BEI

BEI mengungkap Indonesia dan India jadi dua negara di dunia yang membuka informasi kepemilikan saham kepada publik untuk pemegang saham dengan porsi di atas 1 persen.

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut