OJK Cabut Izin Usaha PT Sarana Papua Ventura

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Sumber :
  • pinjol limit besar tenor panjang

Jakarta, VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha PT Sarana Papua Ventura (PT SPV) yang berada di Kota Jayapura, Provinsi Papua. Pencabutan ini dilakukan karena PT SPV tidak dapat memenuhi ketentuan mengenai ekuitas minimum.

img_title OJK Ungkap 3 Bentuk Tindak Pidana Pasar Modal, dari Manipulasi Saham hingga Informasi Menyesatkan

Plt. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi mengatakan pencabutan izin usaha ditetapkan melalui Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-12/D.06/2025 tanggal 24 Maret 2025. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pencabutan ini dilakukan mengingat PT SPV tidak dapat memenuhi ketentuan mengenai ekuitas minimum sampai dengan tanggal jatuh tempo Sanksi Pembekuan Kegiatan Usaha berakhir," ujar Ismail dalam keterangannya, Kamis, 27 Maret 2025.

img_title OJK Benahi HSC Usai Disorot MSCI, Transparansi Kepemilikan Saham Jadi Prioritas

Ismail menjelaskan, sebelum diputuskan pencabutan izin usaha ini, PT SPV telah dikenakan sanksi administratif berupa pembekuan kegiatan usaha atas pelanggaran ketentuan terkait ekuitas minimum.

OJK pun sambungnya, telah memberikan waktu yang cukup bagi PT SPV untuk melaksanakan langkah-langkah strategis guna pemenuhan ketentuan ekuitas minimum sebagaimana tertuang dalam rencana pemenuhan. 

img_title Bos OJK Curhat ke Prabowo soal Ancaman MSCI, Akui Penegakan Hukum Pasar Modal Belum Keras

"Namun, sampai dengan batas waktu yang telah disetujui, tidak terdapat penyelesaian permasalahan atas pemenuhan ketentuan ekuitas minimum dimaksud," jelasnya.

Untuk itu, terang Ismail, sesuai dengan ketentuan Pasal 33 ayat (2) huruf a Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.05/2015, maka PT SPV dikenakan sanksi pencabutan izin usaha.

"Tindakan pengawasan yang dilakukan oleh OJK tersebut di atas, termasuk pencabutan izin usaha PT SPV dilakukan dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundangan secara konsisten dan tegas untuk menciptakan industri modal ventura yang sehat dan terpercaya serta melindungi konsumen," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan telah dicabutnya izin usaha dimaksud, Ismail menyatakan bahwa PT SPV dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang perusahaan modal ventura. Kemudian PT SPV diwajibkan untuk menyelesaikan hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Selain itu PT SPV dilarang untuk menggunakan kata ventura atau ventura syariah, dalam nama perusahaan," imbuhnya.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan kehadiran jajaran parlemen dan pimpinan lembaga

OJK Respons Usulan Dasco soal Rating Bursa RI Mandiri Usai Polemik MSCI

OJK memberikan respons terkait usulan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad agar Indonesia menentukan rating pasar modal sendiri di tengah polemik klasifikasi MSCI.

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut