BI Siap Intervensi Pasar Stabilkan Kurs Rupiah, Begini Strateginya!

Gedung Bank Indonesia (BI).
Sumber :
  • VivaNews/ Nur Farida

Jakarta, VIVA – Bank Indonesia menyampaikan bahwa hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 7 April 2025 memutuskan untuk melakukan intervensi di pasar off-shore (Non Deliverable Forward/NDF).

img_title AS-Iran Memanas, Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, langkah intervensi BI di pasar off-shore ini bertujuan untuk melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah dari tingginya tekanan global. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebagaimana diketahui, kebijakan tarif resiprokal yang diumumkan pemerintah AS tanggal 2 April 2025 dan respons kebijakan retaliasi tarif oleh pemerintah Tiongkok tanggal 4 April 2025, telah menimbulkan gejolak pasar keuangan global," kata Ramdan dalam keterangannya, Senin, 7 April 2025.

img_title Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.955 per Dolar AS, Pasar Kembali Pantau Level Rp18.000

Dia menambahkan, hal itu termasuk dampak lain berupa arus modal keluar dan tingginya tekanan pelemahan nilai tukar di banyak negara, khususnya negara-negara emerging market. 

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso

Photo :
  • VIVA.co.id/Fikri Halim

img_title Produksi Lokal hingga Teknologi AI, Strategi Produsen Elektronik Perkuat Pasar Indonesia

"Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah telah terjadi di pasar off-shore (Non Deliverable Forward / NDF) terjadi di tengah libur panjang pasar domestik dalam rangka Idul Fitri 1446 H," ujar Ramdan.

Dia menambahkan, intervensi di pasar off-shore (Non Deliverable Forward/NDF) ini dilakukan Bank Indonesia secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan New York.

Selain itu, lanjut Ramdan, Bank Indonesia juga akan melakukan intervensi secara agresif di pasar domestik, sejak awal pembukaan tanggal 8 April 2025 dengan intervensi di pasar valas (Spot dan DNDF) serta pembelian SBN di pasar sekunder.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Photo :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Selain itu, Ramdan menegaskan bahwa Bank Indonesia juga akan melakukan optimalisasi instrumen likuiditas Rupiah, untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan domestik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Serangkaian langkah-langkah Bank Indonesia ini ditujukan untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah, serta menjaga kepercayaan pelaku pasar dan investor terhadap Indonesia," ujarnya.

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Perkasa ke Rp17.882, Pasar Mulai Pangkas Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed

Rupiah sore hari ini menguat ke Rp17.882 per dolar AS setelah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed turun menyusul data inflasi AS yang lebih rendah.

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut