Ancaman Resesi di Depan Mata, Hindari 4 Hal Ini Agar Dompet Aman!

Ilustrasi berutang
Sumber :
  • pexels.com

Jakarta, VIVA – Kabar tentang ancaman resesi global makin kencang berembus. Tak hanya memicu kepanikan di pasar saham, isu ini juga mulai memengaruhi keputusan finansial masyarakat.

img_title Macron Kritik Pedas Trump dan Netanyahu soal Kerusuhan Prancis yang Dikaitkan dengan Imigran Islam

Salah satu pemicunya yakni kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap produk impor dari berbagai negara. Alhasil, kekhawatiran akan dampak domino di berbagai sektor pun tak bisa dielakkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagaimana diketahui, resesi merupakan kondisi ketika pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi selama dua kuartal berturut-turut. Dampaknya, yakni mulai dari penurunan daya beli, pemutusan hubungan kerja massal, hingga lesunya sektor bisnis.

img_title Gianni Infantino Ditekan UEFA, Gaji hingga Hubungan dengan Donald Trump Jadi Masalah

Nah, agar dompet tetap aman di tengah badai ekonomi, berikut beberapa hal penting yang wajib dihindari ketika ancaman resesi membayangi. Apa saja? Simak selengkapnya di bawah ini seperti dirangkum pada Rabu, 9 April 2025.

4 Hal yang Wajib Dihindari saat Ancaman Resesi di Depan Mata

img_title Trump Kembali Disorot karena Retorika soal Muslim, Kini Ejek Nama 'Mohammad'

Ilustrasi Debt Collector Tagih Utang Pinjol ke Rumah

Photo :
  • Pexels.com

1. Menjadi Penjamin Utang Orang Lain

Logikanya, dalam kondisi ekonomi stabil, menjadi penjamin pinjaman utang sudah berisiko. Apalagi jika ekonomi sedang tidak menentu. Jika si peminjam gagal bayar, Anda otomatis harus menanggung kewajiban tersebut.

Saat resesi, risiko kehilangan pekerjaan atau penurunan penghasilan sangat mungkin terjadi, baik pada Anda maupun orang yang Anda bantu. Kalau pun tetap ingin membantu, lebih bijak memberikan dukungan berupa dana langsung atau bantuan untuk uang muka, bukan menjadi seorang penjamin utang.

2. Menambah Utang Baru

Saat resesi, menambah utang sama saja menggali lubang untuk diri sendiri. Gaji yang berkurang, risiko PHK, hingga lesunya usaha bisa membuat Anda kesulitan melunasi cicilan.

Bila memungkinkan, bayar tunai atau tunda pembelian besar hingga situasi ekonomi membaik. Bijaklah dalam mengambil keputusan keuangan agar tidak terjerat utang jangka panjang yang membebani.

3. Meremehkan Pekerjaan yang Dimiliki

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak yang tergoda untuk resign atau mencoba peruntungan baru saat kondisi sedang ‘adem’. Tapi ketika ancaman resesi di depan mata, lowongan kerja bisa menjadi sangat langka. Bahkan, perusahaan besar pun bisa memangkas karyawan.

Jika Anda masih punya pekerjaan, hargai dan jagalah performa kerja Anda. Bagi yang mendekati masa pensiun, pertimbangkan untuk menunda dan menunggu kondisi ekonomi membaik agar nilai investasi pensiun tidak tergerus terlalu dalam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut