Indonesia Siap Bangun Infrastruktur Ekosistem Hidrogen, Ini Buktinya

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra (kiri) saat menunjukkan fasilitas di Hydrogen Refuelling Stastion (HRS) atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH) milik PLN IP
Sumber :
  • Dok. PLN IP

Jakarta, VIVA – PLN Indonesia Power (PLN IP) mendukung transisi energi pada sektor transportasi melalui Hydrogen Refueling Station (HRS) atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH) yang berlokasi di Senayan. SPBH yang dikelola salah satu Unitnya yaitu Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Priok ini merupakan infrastruktur penunjang kendaraan ramah lingkungan berbasis hidrogen pertama di Indonesia. 

img_title Prabowo Bakal Bangun PLTS 100 GWp, PLN Perkuat Sistem Pembangkit EBT Nasional

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan bahwa hidrogen hijau menjadi energi masa depan di Tanah Air, oleh sebab itu PLN Indonesia Power mengambil langkah cepat dalam pengembangannya dengan menyediakan infrastruktur dari hulu hingga hilir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"PLN Indonesia Power telah mengembangkan green hydrogen atau hidrogen hijau, mulai dari hulu melalui Green Hydrogen Plant (GHP) hingga di sisi hilir yaitu Hydrogen Refueling Station (HRS) atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH)," kata Edwin dikutip dalam keterangan tertulis, Senin, 21 April 2025.

img_title PGE Siapkan Siasat Pendanaan Masif Kejar 1,8 GW 2034, RI Mau Jadi Nomor 1 Dunia Kalahkan AS

Green Hydrogen Plant (GHP) di PLTGU Priok juga merupakan salah satu dari 22 unit Green Hydrogen Plant (GHP) PLN yang menjadi penopang ekosistem hidrogen di sisi hulu.

Photo :
  • Dok. PLN IP

Sesi visit SPBH Senayan ini menjadi yang ditunggu para pengunjung Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2025 serta daya tarik utama bagi pelaku industri energi, industri transportasi hingga akademisi baik nasional maupun internasional.

img_title Cegah Gangguan di Banyak Daerah, DPR Beri Pesan Ini ke Dirut PLN yang Baru

Menurut Edwin, SPBH Senayan ini merupakan yang pertama di Indonesia dan menjadi bagian dari peta jalan nasional pengembangan energi hidrogen serta diharapkan dapat menjadi model awal bagi pengembangan infrastruktur serupa di kota-kota lain.
 
"Dalam beberapa tahun ke depan, keberadaan SPBH di berbagai titik akan menjadi kunci penting dalam mewujudkan transportasi berbasis hidrogen. Sintesa antara Pemerintah, BUMN dan sektor swasta dapat mewujudkan inovasi hijau yang berdampak luas dan mempercepat pencapaian target net zero emission Indonesia," tutur Edwin

Sementara itu, General Manager Unit Bisnis Pembangkitan Priok Buyung Arianto menyampaikan bahwa SPBH Senayan ini akan terus ditingkatkan kapasitasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saat ini SPBH Senayan memiliki Hydrogen Refueller dengan spesifikasi Charging Pressure (CP) 350 bar dengan kecepatan pengisian kurang dari 5 menit, kedepan kita akan menambahkan spesifikasinya hingga 700 bar dengan Kecepatan pengisian kurang dari 3 menit," ujar Buyung.

Pembangunan HRS Senayan merupakan bagian dari strategi PT PLN (Persero) beserta subholdingnya untuk mencapai target net zero emission dan mendukung transisi energi pada sektor transportasi di Indonesia. Sebagai upaya konkret pada kesiapan sisi hulu pasokan hidrogen, sejak 2023 PLN telah mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) di 22 lokasi, 13 di antaranya milik PLN Indonesia Power.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut