Penjualan Turun Jadi Rp239 Miliar, Bangun Kosambi Fokus pada Pengembangan Portofolio Pendapatan

Ilustrasi Kawasan PIK 2
Sumber :
  • pik2.com

Jakarta, VIVA – PT Bangun Kosambi Sukses (CBDK) hanya mampu membukukan penjualan hanya 12 persen dari target yang telah ditentukan akibat lesunya daya beli.  Pada tahun 2025, prioritas bisnis akan dikerahkan pada pengembangan portofolio pendapatan berulang (recurring income).

img_title Terima Kunjungan Delegasi Swedia, Pertamina Paparkan Strategi Transformasi dan Digitalisasi

Selama kuartal-I 2025, anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), membukukan penjualan sebesar Rp 239 miliar atau tercapai 12 persen dari total target tahunan sebesar Rp2 triliun. Penurunan ini dipengaruhi oleh penundaan peluncuran produk baru, serta strategi perusahaan untuk mengalokasikan lahan di kawasan CBD PIK 2 untuk pengembangan jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam keterangan resminya, CBDK menilai tekanan ekonomi global ini turut berdampak pada daya beli masyarakat, khususnya di sektor properti. Pelaku usaha dan konsumen kini lebih konservatif dalam pengambilan keputusan investasi maupun konsumsi jangka panjang. Dalam konteks ini, perusahaan menegaskan bahwa penurunan angka marketing sales bukanlah indikator melemahnya permintaan, melainkan bagian dari reposisi strategis yang tengah dijalankan.

img_title Pertamina Trans Kontinental Gaungkan SIAP Genjot Kinerja Bisnis

Sebagai bagian dari langkah strategis, CBDK menargetkan pembangunan Nusantara International Convention Exhibitions (NICE) dan hotel bintang lima berkapasitas 250 kamar di jantung kawasan CBD PIK 2. Proyek ini dirancang untuk memenuhi permintaan pasar properti dalam kawasan terintegrasi, sekaligus memperkuat posisi CBDK di sektor MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions).

Ilustrasi PIK 2

Photo :
  • pik2.com

img_title Pacu Pertumbuhan Usaha, Brantas Abipraya Integrasikan Prinsip GRC dalam Proses Bisnis Berkelanjutan

"Tahun 2025 adalah momentum transisi dari penjualan ke penguatan recurring income. Kami percaya bahwa langkah ini akan memperkuat ketahanan bisnis CBDK dalam jangka panjang, sekaligus menjawab tantangan makro ekonomi dengan solusi berkelanjutan," jelas Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, dikutip dari keterangan resmi pada Senin, 28 April 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam empat tahun terakhir, CBDK mencatat pertumbuhan yang stabil. Pada tahun 2021, pertumbuhan marketing sales tercatat sebesar Rp 1,7 triliun, naik menjadi Rp 1,9 triliun di tahun 2022, dan mencapai Rp 2,2 triliun pada 2023. Meski sedikit terkoreksi menjadi Rp 2,1 triliun di 2024, tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) perusahaan tetap positif di angka 4,9 persen.

"Dengan fondasi keuangan yang solid, visi pengembangan kawasan bisnis terintegrasi, serta kemampuan merespons dinamika pasar, CBDK optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai katalis utama pertumbuhan properti komersial dan MICE di Indonesia, khususnya di kawasan strategis PIK2," lanjut Steven.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut