Penghematan Ketat! Ini 8 Barang yang Tak Perlu Lagi Dibeli di 2025
- Freepik
Jakarta, VIVA – Di tengah situasi ekonomi global yang tak menentu, membuat masyarakat memikirkan kembali setiap pengeluaran. Tidak hanya untuk menghemat anggaran, tetapi juga mengurangi pembelian barang-barang tertentu sebagai langkah menjaga kestabilan finansial jangka panjang.
Tanpa kita sadari, ada sejumlah barang dan layanan yang sebenarnya tidak lagi menjadi kebutuhan kita, tetapi tetap menggerus dompet dan isi tabungan. Nah, mengenali apa saja yang bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan dari daftar belanja, bisa membuat Anda mengalokasikan dana untuk hal-hal yang lebih penting.Â
Melansir dari WealthUp, berikut ini delapan barang yang sebaiknya tidak perlu lagi Anda beli di tahun 2025.
Ilustrasi belanja
- www.freepik.com/free-photo
1. Food Delivery
Layanan pesan-antar makanan adalah salah satu pengeluaran yang bisa membengkak tanpa disadari. Harga menu di aplikasi seringkali lebih mahal dibandingkan harga asli di restoran. Ditambah lagi, ada biaya layanan, ongkos kirim, pajak, serta tip untuk pengantar.Â
Jika ditotal, biaya tersebut bisa mencapai 50 hingga 100 persen lebih mahal daripada mengambil sendiri makanannya. Solusinya, Anda bisa lebih sering memasak sendiri atau mengambil pesanan secara langsung.
2. Streaming Service
Tidak semua layanan streaming perlu Anda pertahankan. Berlangganan Netflix, Hulu, Prime Video, Disney+, dan lainnya secara bersamaan, hanya akan membebani anggaran bulanan Anda. Pilih satu atau dua layanan yang benar-benar sering Anda tonton, dan hentikan langganan lainnya. Atau, gunakan sistem berlangganan bulanan hanya ketika seluruh musim serial favorit Anda telah tersedia.
3. Makan di Luar
Membeli makan siang di luar setiap hari memang praktis, namun jelas bukan pilihan ekonomis. Membawa bekal dari rumah jauh lebih hemat dan bisa dikreasikan sesuai selera. Anda hanya perlu sedikit perencanaan agar tetap bisa menikmati makan siang lezat tanpa harus menguras kantong.
4. Produk Sekali Pakai
Barang-barang sekali pakai seperti tisu dapur, alat makan plastik, atau kantong belanja sekali pakai sebaiknya mulai dikurangi. Menggunakan alternatif yang dapat dipakai berulang kali tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dapat menghemat pengeluaran jangka panjang Anda.