Cadangan Devisa RI Turun ke US$152,5 Miliar, BI: Masih Tetap Tinggi

Cadangan Devisa Indonesia
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Jakarta, VIVA – Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2025 sebesar US$152,5 miliar. Nilai ini turun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar US$157,1 miliar.

img_title Kilas Balik Rupiah Melemah Sepanjang Oktober 2026, Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Meski demikian, Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menilai bahwa posisi cadangan devisa Indonesia masih tetap tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2025 tetap tinggi sebesar US$152,5 miliar, meski menurun dibandingkan posisi pada akhir Maret 2025 sebesar US$157,1 miliar,” ujar Denny dalam keterangannya Kamis, 8 Mei 2025.

img_title Rupiah Dibayangi Ancaman Rp21.000 per Dolar AS, Ini 4 Hal yang Harus Segera Dibenahi

Ilustrasi cadangan devisa, utang luar negeri, modal asing, dan devisa hasil ekspor.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Denny menjelaskan, perkembangan ini antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang makin tinggi. 

img_title Hashim Ramal Dolar AS Bisa Tembus Rp22.000 Gegara MSCI, Begini Respons Bos BI

Dia menyebut, posisi cadangan devisa pada akhir April 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” jelasnya.

Ke depan, jelasnya, Bank Indonesia memandang posisi cadangan devisa memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal sejalan dengan tetap terjaganya prospek ekspor, neraca transaksi modal dan finansial yang diprakirakan tetap mencatatkan surplus, serta persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Ilustrasi Inflasi

BI Sebut Inflasi pada Oktober 2026 Terjaga Baik, Ini Faktor Penyebabnya

BI menilai inflasi pada Oktober 2026 tetap terjaga dalam kisaran sasaran, karena merupakan hasil penguatan sinergi antara bank sentral bersama pemerintah.

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut