Airlangga Beberkan Alasan Perundingan IEU-CEPA Sangat Lama

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • Antara.

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto membeberkan alasan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) berlangsung sangat lama.

img_title Pemerintah Siapkan Stimulus Puluhan Triliun untuk Warga, Ini Daftar Bantuan dan Insentif yang Segera Jalan

Ia menyebut hal itu dikarenakan materinya sangat kompleks dan komprehensif. Selain itu, ia mengatakan hal ini juga diperlukan persetujuan dari 27 negara di Eropa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini memakan waktu panjang karena tentunya materinya kompleks dan komprehensif dan kemudian untuk mencari titik temu dengan 27 negara di Eropa ini bukan sesuatu hal yang sederhana," kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Sabtu, 7 Juni 2025.

img_title Tiket Pesawat dan Kapal Diskon 30 Persen saat Nataru 2026, Pemerintah Siapkan Stimulus Rp883 Miliar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Photo :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Kendati begitu, Airlangga mengungkapkan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) telah memasuki tahap akhir. 

img_title Airlangga Ungkap Target Kredit Rp400 Triliun pada 2027, Sasar 28 Juta Keluarga untuk Dongkrak Daya Beli

"Namun Alhamdulillah sekarang sudah masuk dalam putaran akhir Akhirnya sampai seluruh isunya sudah kita selesaikan," imbuhnya.

Airlangga mengatakan pihaknya juga telah melakukan pertemuan bilateral dengan European Union Commissioner for Trade and Economic Security Maroš Šef?ovi?, pada Jumat, 6 Juni 2025 di Berlaymont Building, Brussels, Belgia.

Dari hasil pertemuan itu, Indonesia dan negara-negara Eropa telah sepakat untuk segera menyelesaikan baik itu dari segi materi daripada keseluruhan CEPA.

"Dan kedua tentu akan berproses terkait dengan legal drafting yang bisa diselesaikan tidak dalam waktu yang lama," ungkapnya.

Adapun proses selanjutnya yaitu menunggu persetujuan dari 27 negara Eropa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kemudian proses selanjutnya adalah proses hukum dimana proses hukum ataupun ratifikasi memerlukan kesetujuan dari 27 negara Eropa dan Indonesia sendiri. Jadi itulah kira-kira skema yang disepakati untuk implementasi dan perjanjian di IEU CEPA," pungkasnya.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rapat Koordinasi Nasional TPAKD di Jiexpo, Jakarta,

Prabowo Bidik Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun pada 2027, Kelompok Petani hingga Nelayan jadi Sasaran

Prabowo menargetkan penyaluran kredit rakyat Rp400 triliun pada 2027 untuk petani, nelayan, UMKM, dan warga berpenghasilan rendah, seiring peluncuran DNKK.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut