Peringkat Daya Saing RI Anjlok, Ekonom Soroti Ini
- VIVA/Muhamad Solihin
Sementara itu, dalam jangka menengah, Indonesia dinilai harus berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan SDM dan mempercepat adopsi teknologi bersih serta energi terbarukan.
"Insentif fiskal, kemudahan akses ke pembiayaan hijau, dan kerja sama internasional perlu diperluas untuk mendukung agenda ini," tegasnya.
Sebelumnya, berdasarkan laporan World Competitiveness Ranking (WCR) 2025 yang dirilis IMD World Competitiveness Center (WCC), daya saing Indonesia merosot 13 peringkat.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Adapun pada tahun ini peringkat daya saing Indonesia ada di posisi 40 dari total 69 negara dunia. Padahal dalam tiga tahun terakhir, Indonesia berhasil terus memperbaiki posisi dari peringkat 44 di 2022, naik ke peringkat 34 di 2023, hingga akhirnya ada posisi 27 pada 2024.
“Pasca pandemi, Indonesia merupakan salah satu negara dengan performa daya saing terbaik dalam peringkat WCR yang naik 11 peringkat. Kenaikan peringkat daya saing ini didongkrak dari nilai ekspor migas dan komoditi. Namun, saat ini peringkat daya saing Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara anjlok imbas dari perang tarif yang ditujukan ke kawasan ini,” ujar Direktur World Competitive Center (WCC) IMD Arturo Bris dalam keterangan resminya Jumat, 20 Juni 2025.