Bursa Asia Cemerlang Ditopang Dua Sentimen Global

Ilustrasi bursa saham asia
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik relatif mencatat kenaikan pada pembukaan perdagangan Rabu, 25 Juni 2025. Lonjakan ditopang optimisme tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Iran serta pernyaraan terbaru dari Federal Reserve AS (The Fed).

img_title IHSG Tergelincir 1,88% ke 6.031, Investor Dibayangi Lonjakan Yield US Treasury

Pasar mulai yakin gencatan senjata antara Israel dan Iran akan terwujud yang ditengahi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Hal ini seiring sikap investor akan mencermati data inflasi Australia untuk bulan Mei.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sentimen positif yang mendorong laju indeks di kawasan Asia adalah perkataan Ketua The Fed Jerome Powell pada Selasa, 24 Juni 2025. Bank sentral AS berkomitmen untuk menjaga inflasi tetap terkendali dan kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tetap sampai ada kejelasan lebih lanjut tentang bagaimana tarif dapat memengaruhi harga.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.871, The Fed Bawa Angin Segar untuk Pasar

"Para pembuat kebijakan berada dalam posisi yang tepat untuk menunggu dan mempelajari lebih lanjut tentang kemungkinan arah perekonomian sebelum mempertimbangkan penyesuaian apa pun terhadap sikap kebijakan," jelas Powell dikutip dari CNBC Internasional pada Rabu, 25 Juni 2025.

img_title Rupiah Perkasa ke Rp17.866 per Dolar AS, Ada Kabar Baik dari The Fed

Di Korea Selatan, indeks Kospi tercatat naik 0,44 persen. Sementara indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil dibuka datar (flat).

Kemudian indeks acuan Jepang, Nikkei 225, menguat sebesar 0,12 persen. Sedangkan indeks Topix menyusut sebesar 0,21 persen.

Indeks S&P/ASX 200 Australia meningkat 0,13 persen di awal jam perdagangan. Begitu juga 

indeks Hang Seng Hong Kong turut menunjukkan pembukaan lebih tinggi dari 24.177,07 menjadi 24.341.

Hasil positif juga dicatatkan tiga indeks acuan Wall Street pada penutupan pasar semalam. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 507,24 poin atau 1,19 persen menjadi 43.089,02. 

Wall Street New York

Photo :
  • VIVAnews/Anton PM/ New York

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indeks S&P 500  melompat 1,11 persen sehingga ditutup pada level 6.092,18. Kini, indeks pasar secara umum berjarak sekitar 0,9 persen dari level tertingginya dalam 52 minggu.

Nasdaq Composite ikut membukukan kenaikan sebesar 1,43 persen ke level 19.912,53. Indeks Nasdaq 100  naik 1,53 perseb dan mencapai rekor penutupan 22.190,52.

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS, Inflasi AS Jadi Pemicu

Rupiah melemah 45 poin ke Rp17.948 per dolar AS pada hari ini, Kamis 15 Oktober 2026. Kenaikan inflasi AS memperkuat ekspektasi kebijakan hawkish The Fed.

img_title
VIVA.co.id
15 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut