Energi Mega Persada Bukukan Laba Bersih US$75 Juta pada 2024

Ilustrasi wilayah kerja migas yang dikelola Energi Mega Persada Tbk.
Sumber :
  • EMP.id

Jakarta, VIVA – Emiten tambang Bakrie Group, PT Energi Mega Persada Tbk (EMP), berhasil membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar 11 persen, EBITDA 5 persen, dan laba bersih sebesar 10 persen secara year-on-year (yoy), di sepanjang tahun 2024.

img_title Buka Akses Lebih Luas ke Investor Global, EMAS Perpotensi Masuk GDX

Direktur Utama & Chief Executive Officer (CEO) EMP, Syailendra S. Bakrie mengatakan, produksi minyak EMP terus menunjukan pertumbuhan yang stabil, dengan harga jual minyak yang tetap konsisten di atas US$79 dan harga jual gas di atas US$6,5.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Secara keseluruhan, perusahaan membukukan penjualan bersih sebesar US$467 juta, EBITDA sebesar US$278 juta, dan laba bersih sebesar US$75 juta untuk periode yang berakhir 31 Desember 2024," kata Syailendra dalam keterangannya, Kamis, 26 Juni 2025.

img_title BSN Catat Laba Naik 40 Persen di Momen Satu Tahun Transformasi Kelembagaan, Intip Sumber Cuannya

CEO PT Energi Mega Persada, Syailendra Bakrie

Photo :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

Dia menambahkan, selain mengembangkan bisnisnya secara organik melalui aset-asetnya saat ini, EMP juga melakukan beberapa akuisisi atas aset-aset migas yang sudah berproduksi di tahun 2024.

img_title Laba Bersih EMP Melonjak 27 Persen Jadi US$45,2 Juta di Semester I 2026

"EMP mengakuisisi beberapa blok migas yang telah berproduksi seperti blok minyak Siak & Kampar di Riau, dan blok gas Sengkang di Sulawesi Selatan," ujarnya.

Selain itu, EMP juga menyampaikan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan di Gedung Bakrie Tower, Jakarta Selatan, pada Kamis, 26 Juni 2025, dari jam 16.35 WIB sampai jam 17.08 WIB.

Perusahaan menyampaikan bahwa agenda untuk melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.482.123.025 saham atau 10 persen dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor pada Perseroan, dan melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan perubahan struktur permodalan dalam rangka PMTHMETD telah disetujui oleh mayoritas pemegang saham.

Syailendra mengatakan, dana hasil dari PMTHMETD ini akan digunakan untuk mendanai keperluan belanja modal, dan modal kerja blok minyak KKS Malacca Strait di Riau, Sumatera.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dimana sebesar 70 persen akan dialokasikan untuk kegiatan pemboran, dan 30 persen untuk modal kerja yang mencakup pembiayaan pengadaan barang dan jasa selain yang terkait langsung dengan kegiatan pemboran," ujarnya.

Dirut Jasa Marga Rivan A. Purwantono

Jasa Marga Cetak Laba Rp 1,9 Triliun di Semester I-2026

Jasa Marga membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp 10,3 triliun di semester I-2026, atau tumbuh sebesar 7,6 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

img_title
VIVA.co.id
31 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut