Strategi Hipmi Jakpus Bangun Ekosistem UMKM
- Dokumentasi Hipmi.
Jakarta, VIVA – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (HIPMI Jaya) menegaskan komitnya mendorong Usah Mikro Kecil dan Menengah untuk naik kelas. Berbagai pembinaan hingga promosi produk UMKM pun terus dilakukan.
Salah satunya yaitu ajang “Level Up, Jakpus!” sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pemilihan Ketua Umum BPC HIPMI Se-Jakarta Raya.acara ini juga bertujuan membangun ekosistem pengusaha muda yang tangguh, saling terhubung, dan relevan dengan tantangan zaman.
Acara ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Eric P.Z Lumbun, Sekretaris Umum HIPMI Jaya Rangga Derana, Ketua OKK HIPMI Jaya sekaligus Ketua SC Pemilihan Ketua Umum BPC HIPMI Se-Jakarta Raya Mahesa Husain, Calon Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Pusat Teguh Agung Hartanto, serta jajaran Ketua Bidang HIPMI Jaya.
“Tahapan pembentukan BPC ini sudah masuk ke tahapan kampanye. Kita challenge teman-teman untuk coba, bisa gak punya impact untuk wilayah-wilayah yang mau dipimpin. “ ujar Mahesa dikutip dari keterangannya, Rabu 9 Juli 2025.
Sementara itu Teguh menekankan bahwa inisiatif ini lahir dari keinginan untuk menjadikan Jakarta Pusat sebagai pusat pertumbuhan pengusaha muda yang inklusif dan progresif.
“Jakarta Pusat ini bukan hanya pusat administrasi atau bisnis, tapi tempat tumbuhnya pengusaha muda yang berkembang bersama. Sesuai arahan ketum HIPMI Jaya Ryan Haroen, Kami harus bisa memberikan dampak lebih kepada pengusaha sekitar. Maka dari itu Kami melakukan inisiasi Level Up, Jakpus untuk bisa berdampak di Jakarta Pusat,” ujar Teguh.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, dan menghadirkan pelaku UMKM dari berbagai sektor di wilayah Jakarta Pusat, masyarakat umum, Karang Taruna Petamburan, PKK, komunitas Jamu Clinic, dan komunitas lainnya.
Ilustrasi produk UMKM.
- VIVA.co.id/Anisa Aulia
Mengusung tema Youth Entrepreneur for Jakarta Global City, acara ini hadir sebagai respons terhadap realitas bahwa 94,8 persen pelaku usaha di Jakarta Pusat merupakan UMKM, namun banyak yang masih belum terjangkau oleh ekosistem pendukung. Tidak sedikit yang belum paham legalitas usaha, belum melek digital, dan masih menjalankan usahanya tanpa jaringan yang bisa mendorong mereka untuk naik kelas.