Dekopin Ungkap Tantangan yang Dihadapi Koperasi
- Dokumentasi DPR RI
“Koperasi merupakan perwujudan paling konkret dari maksud perekonomian Pancasila. Nilai-nilai Pancasila menubuh dalam praktik perkoperasian. Di dalam koperasi ada gotong royong, usaha perekonomian disusun modal bersama dan untuk kemakmuran bersama, pengambilan keputusan dilakukan secara demokratis karena semua anggota kedudukannya setara tanpa memandang setoran modalnya,” katanya lagi.
Adapun, Said mengatakan sejumlah tantangan yang akan dihadapi koperasi di antaranya sebagian besar koperasi didominasi oleh usaha simpan pinjam. Memang, kata dia, tidak ada yang salah dalam hal ini. Namun, harus dibaca bahwa kemampuan keragaman usaha belum banyak dikuasai oleh koperasi.
“Tantangan ke depan pemerintah dan insan koperasi lebih mengembankan keragaman bentuk-bentuk usaha koperasi. Banyak koperasi besar di luar negeri seperti Koperasi Mondragon di Spanyol, usahanya sektor manufaktur digerakkan oleh anggotanya yang sebagian besar pekerja,” jelas Said.
Kemudian, Said menyebut kontribusi koperasi terhadap PDB Amerika Serikat sebesar 5%, Jerman 6%, Belanda dan Perancis 18%, Selandia Baru 20%. Di negara-negara kapitalis, kata dia, kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasionalnya jauh lebih besar ketimbang di negara Indonesia yang menganut Pancasila, yang kurang dari 1%.
“Kesenjangan ini menjadi masalah serius terhadap sistem perekonomian nasional. Kita berharap gerakan Koperasi Merah Putih mendorong membesarkan koperasi Indonesia dan berkontribusi penting bagi perekonomian nasional. Namun, insan koperasi tetap harus menjaga semangat kemandirian ekonomi sebagai bagian dari 7 prinsip berkoperasi, sebab posisi pemerintah menstimulasi dan fasilitasi,” tegasnya.
Berdasarkan data BPS menunjukkan, volume usaha koperasi pada tahun 2024 baru mencapai Rp214 triliun, atau sekitar 0,97% dari PDB Indonesia yang bernilai Rp22.139 triliun. Sebaliknya, usaha skala UMKM mencapai 63 persen PDB Indonesia. Hal ini menunjukkan individualisme usaha merupakan tantangan yang harus dihadapi koperasi.
“Ke depan, insan insan koperasi harus mampu menjadikan koperasi sebagai wahana berhimpun gotong royong yang lebih menjanjikan daripada usaha individual,” pungkasnya.