NVidia Butuh China

Kepala Eksekutif NVidia, Jensen Huang (tengah) di Jakarta, Kamis, 14 November 2024.
Sumber :
  • VIVA/Lazuardhi Utama

Chip perusahaan digunakan untuk mendukung berbagai teknologi, mulai dari chatbot AI hingga robotika dan mobil self-driving.

img_title China Wanti-wanti Banjir Bandang Susulan di Perbatasan Nepal yang Dipicu Gletser

NVidia merilis chipset H20 tahun lalu sebagai cara untuk mempertahankan akses ke pasar China — yang mencakup 13 persen dari penjualan perusahaan pada 2024 — dalam menghadapi kontrol ekspor AS yang ketat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pada April 2025, Gedung Putih memberi tahu perusahaan bahwa mereka memerlukan lisensi khusus untuk mengekspor H20 ke China, yang memaksa perusahaan untuk menghentikan penjualan. H20 secara luas diyakini telah berkontribusi pada DeepSeek – model AI canggih China.

img_title China Jelaskan Reruntuhan Gletser di Nepal Jadi Pemicu Banjir Bandang Tewaskan Ratusan Orang

"Agar Amerika menjadi pemimpin dunia, sama seperti kita ingin dunia dibangun di atas dolar AS, menggunakan dolar AS sebagai standar global, kita ingin teknologi Amerika menjadi standar global. Kami mencintai internet yang diciptakan oleh teknologi Amerika dan dibangun di atas teknologi Amerika, jadi kita harus terus bercita-cita untuk itu," klaim Jensen Huang.

Produsen chipset tersebut mengatakan pada Mei 2025 bahwa mereka kehilangan pendapatan tambahan sebesar US$2,5 miliar yang seharusnya berasal dari penjualan H20 ke China selama kuartal pertama tahun ini, dan memperkirakan kerugian pendapatan sebesar US$8 miliar lagi selama kuartal kedua.

img_title Kamboja Tutup 700 Jaringan Penipuan Online, Ada 3.400 Tersangka dari 29 Warga Negara
SPKLU mobil listrik di China

China Pangkas Insentif Mobil Listrik

Industri kendaraan listrik China mulai memasuki fase baru setelah pemerintah mengurangi sejumlah insentif yang selama bertahun-tahun membantu penjualan.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut