Fenomena 'War Tiket' Bergeser

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian (dua kanan).
Sumber :
  • VIVA/Lazuardhi Utama

Jakarta, VIVA – Musim liburan sekolah 2025 kembali menunjukkan perannya sebagai pendorong utama pertumbuhan konsumsi domestik di Indonesia.

img_title Menhaj Tegaskan 'War Tiket' Haji Masih Wacana, Antrean Jemaah Tak Hangus

Dari sektor perjalanan dan atraksi, layanan fotografi, hingga pertunjukan teater, masyarakat semakin mengutamakan konsumsi berbasis pengalaman yang bersifat personal, emosional, dan layak dibagikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam konteks hiburan, Galeri Indonesia Kaya (GIK) menegaskan posisinya sebagai destinasi yang memadukan edukasi dan hiburan selama musim liburan sekolah.

img_title Menhaj Gus Irfan Setop Bahas War Tiket Haji di DPR

Seluruh pertunjukan teater musikal dan budaya di dalam galeri bersifat gratis, namun tetap berhasil menarik antusiasme tinggi yang terlihat dari lonjakan jumlah pengunjung yang mencapai lebih dari 27 ribu orang selama periode libur.

“Fenomena ‘war tiket’ kini tak hanya terjadi di konser berbayar, bahkan masyarakat berlomba mendapatkan tiket gratis di GIK seperti yang ramai dibagikan di media sosial karena masyarakat ingin menjadi bagian dari momen sosial bersama,” tutur Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, di Jakarta, Kamis, 24 Juli 2025.

img_title Anggota DPR Singgung Kasus Eks Menag Yaqut saat Respons War Tiket Haji

Tak hanya menghadirkan hiburan, GIK juga memperkuat fungsi edukatifnya melalui konten interaktif yang dirancang khusus untuk generasi muda.

Cerita rakyat seperti “Lutung Kasarung” dari Jawa dan “Empat Raja” dari Papua disajikan lewat panel digital interaktif, menjadikan GIK sebagai destinasi liburan sekolah yang mendidik sekaligus menghibur bagi seluruh keluarga.

Di luar galeri, dua pertunjukan musikal berbayar yang diselenggarakan Galeri Indonesia Kaya bersama pihak ketiga selama periode liburan sekolah, yaitu Keluarga Cemara yang diadakan selama 30 hari dan Petualangan Sherina yang diadakan selama 15 hari berhasil menarik total lebih dari 43 ribu penonton, dengan tiket Petualangan Sherina yang habis terjual.

Menurut Renitasari, teater kini menjadi alternatif hiburan yang tak kalah menarik dibanding konser atau film layar lebar. “Menonton teater hari ini bukan hanya dianggap keren, tapi juga mencerminkan minat pada konten yang cerdas dan bernilai budaya,” papar dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, SweetEscape, layanan fotografi profesional yang kini hadir di lebih dari 500 kota di seluruh dunia, mencatat lonjakan permintaan lebih dari 35 persen selama liburan sekolah.

Menurut David Soong, Founder and CEO SweetEscape, tren dokumentasi kini tidak lagi terpusat di objek wisata populer, tetapi juga bergeser ke vila tempat menginap dan ruang terbuka lainnya yang lebih personal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut