Optimalkan Penyaluran BSU, PosIND Pakai Metode Ini

Penerima BSU.
Sumber :
  • istimewa.

Meski banyak pekerja formal belum tersentuh layanan digital, PosIND tetap menyediakan integrasi teknologi melalui dashboard Pos Giro Cash (PGC) dan aplikasi Pospay sebagai media notifikasi dan pengecekan status bantuan. Para calon penerima BSU diimbau untuk secara rutin mengecek kelolosan mereka melalui situs resmi BSU Kemenaker atau aplikasi Pospay.

img_title Bank Mandiri Tepis Isu Penarikan Uang Massal Nasabah Imbas Polemik Rekening Botok

Penyaluran BSU oleh PosIND.

Photo :
  • Dokumentasi PosIND.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pospay milik Pos Indonesia menjadi salah satu terobosan penting dalam program BSU tahun ini. Melalui Pospay, penerima dapat memeriksa status bantuan, menerima notifikasi kelolosan, serta menampilkan QR Code untuk pencairan dana secara cepat dan aman di Kantorpos. Aplikasi ini tersedia di Playstore dan App Store, membuka akses bagi pekerja yang belum memiliki rekening bank.

img_title Bank Mandiri Segera Pulihkan Rekening Rp80,9 Miliar AMPB Supriyono

“Jadi saat ini selain bantuan sosial, tahun ini kita juga mendapat amanah dari negara melalui bidang tenaga kerja. Kita sebagai orang yang diberi mandat tentunya akan menjaga amanah ini dengan baik. Dengan memberikan kualitas layanan yang terima. Jadi untuk mereka yang belum punya rekening di bank, kita create (buatkan) rekening giro. Nanti dana-dananya bisa masuk ke sana,” terang Haris.

Menaker tinjau langsung penyaluran BSU

Photo :
  • Kemnaker

img_title Komisi III DPR Minta Rekening Botok Dipulihkan, Pastikan Tak Ada Unsur Pidana

Kelebihan Pospay ini, lanjut Haris, bisa membantu menarik dana dengan datang ke Kantorpos. Bahkan untuk penerima bantuan dengan kondisi tertentu seperti yang sedang sakit, bisa dilakukan pengantaran dana BSU mereka. Sementara sebagai bukti transparansi atas amanah yang dimandatkan pemerintah, PosIND membuka data real time dari penerima hingga jumlah alokasi anggaranyang telah tersalur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita siapkan bukti-bukti sebagai pertanggungjawaban kita kepada pemerintah, sehingga memang bagaimana amanah ini bisa kita laksanakan dengan baik, dengan benar, dan adaptabel. Karena pada saatnya kita menjalankan tugas akan diperiksa oleh BPK, misalnya. Kita bisa support dengan data-data seperti yang kita tampilkan di dashboard,” kata Haris.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Soal Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pembukaan Rekening Massal, Purbaya Ungkap Perhitungannya

Purbaya menilai, jumlah target penerima program harusnya tak mencapai angka proyeksi itu, karena program utamanya menyasar masyarakat berusia 17 tahun yang baru punya KTP

img_title
VIVA.co.id
11 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut