Terbitkan Patriot Bonds, Danantara Gandeng Pengusaha Danai Pembangunan

Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir di Kantor Kementerian Kominfo
Sumber :
  • Antara

Jakarta, VIVA – Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir menyampaikan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan penerbitan Patriot Bonds, sebagai instrumen pembiayaan guna memperkuat kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.

img_title Presiden Prabowo Terapkan Ekspor Satu Pintu Lewat DSI, Bidik Kebocoran Negara akibat Penyelundupan

Dia menjelaskan, inisiatif ini membuka ruang bagi para kelompok usaha di Tanah Air, untuk berkontribusi pada agenda pembangunan jangka panjang nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setiap inisiatif pembiayaan diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi jangka panjang, serta memperkuat peran dunia usaha dalam pembangunan," kata Pandu dalam keterangannya, Selasa, 26 Agustus 2025.

img_title IHSG Menguat 0,95 Persen, Benarkah Buyback Danantara Jadi Pendorong Kenaikan Saham?

Patriot Bond merupakan instrumen pembiayaan strategis yang lazim digunakan di berbagai negara, seperti misalnya Jepang dan Amerika Serikat (AS), untuk memperkuat kemandirian pembiayaan nasional.

Obligasi itu akan menjadi sumber pendanaan jangka menengah hingga jangka panjang yang stabil bagi negara yang menerbitkan, dimana para pelaku usaha memiliki akses pada instrumen investasi yang aman dan bermanfaat bagi perekonomian nasional.

img_title Danantara Siap Umumkan Investasi AI dan Pusat Data di New Asia Forum 2026

Pandu menegaskan, Patriot Bond dibangun di atas prinsip partisipasi sukarela dan tanggung jawab bersama. Hal itu sejalan dengan semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa.

Langkah ini juga membuka ruang bagi kelompok usaha nasional untuk berkontribusi pada agenda pembangunan lintas generasi, sekaligus memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menambahkan, Patriot Bonds berpotensi menjadi tonggak baru dalam perjalanan Indonesia menuju 2045, ketika kekuatan ekonomi bangsa tidak hanya diukur dari besarnya Produk Domestik Bruto (PDB) namun juga dari kesejahteraan masyarakat.

"Ini adalah panggilan gotong royong bagi dunia usaha Indonesia. Sebuah ajakan untuk menukar sebagian keuntungan jangka pendek dengan warisan jangka panjang, berupa kemandirian, keberlanjutan, dan kesejahteraan bangsa," ujarnya.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani

Danantara Sudah Tutup 364 BUMN, Rosan Roeslani: Target Akhir Tahun 700 Perusahaan

CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan perampingan perusahaan (streamlining) sebanyak 364 perusahaan BUMN. Langkah ini diambil

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut