Sering Dianggap Sama, Beda Semen dan Beton yang Jarang Diketahui Orang

Ilustrasi beton bangunan.
Sumber :
  • Phgtree

Jakarta, VIVA — Dunia modern dibangun di atas beton, dan semenlah yang memungkinkannya. Semen untuk beton sama seperti tepung untuk adonan.

img_title KDM Kerahkan 18 Mobile Batching Plant untuk Bangun Jalan di Desa Terpencil, Tak Lagi Bergantung Pabrik Beton

Semen hanyalah salah satu bahan dalam campuran, sementara beton adalah produk akhir yang menopang bangunan dan jembatan kita. Ketika semen dicampur dengan air, hasilnya adalah bahan pengikat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk membentuk material yang kuat dan tahan lama yang kita kenal sebagai beton, agregat seperti pasir, batu pecah, dan kerikil merupakan tambahan yang diperlukan dalam campuran.

img_title Permintaan Semen Nasional Mulai Pulih, Laba Bersih SIG Naik 445,9 Persen Semester I-2026

Namun, perbedaannya bukan hanya sebatas semantik. Penting untuk memahami bagaimana semen terbentuk dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan.

Produksi semen merupakan salah satu proses industri dengan intensitas karbon tertinggi di dunia.

img_title Semen Kujang Lahir Kembali, SIG Targetkan Penguatan Pasar Jabar

Mengutip situs BGR, Rabu, 27 Agustus 2025, semen umumnya terbuat dari campuran batu kapur (kalsium karbonat) dan tanah liat. Tanah liat menyediakan mineral-mineral penting seperti kalsium, silikon, besi, dan aluminium.

Ketika dipanaskan pada suhu tinggi di dalam tanur putar, mineral-mineral tersebut membentuk trikalsium silikat dan dikalsium silikat. Senyawa-senyawa inilah yang menghasilkan daya rekat yang kuat setelah air ditambahkan.

Di akhir proses ini, material hasil akhir, yang dikenal sebagai klinker, digiling menjadi bubuk halus untuk membentuk semen.

Di sisi lain, beton adalah material komposit. Semen dicampur dengan air untuk membentuk pasta semen. Ketika agregat ditambahkan, pasta tersebut mengikatnya dan ketika mengeras membentuk massa yang padat.

Kombinasi ini memberikan beton kekuatan, daya tahan, dan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk membangun gedung pencakar langit, jalan, dan struktur lainnya.

Selain itu, beton tidak memiliki resep tunggal untuk setiap aplikasi. Resepnya dapat disesuaikan menggunakan rasio semen, air, atau agregat yang berbeda untuk berfokus pada sifat yang berbeda.

Bahan-bahan baru juga sedang diteliti dan ditambahkan untuk menciptakan jenis beton baru, seperti beton yang dapat memperbaiki diri sendiri dan beton tahan retak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seiring pertumbuhan kota dan infrastruktur, permintaan beton pun meningkat, sehingga menjadi masalah dalam upaya melawan perubahan iklim.

Namun, beton sangat penting, sehingga para peneliti dan insinyur berfokus pada cara-cara untuk membuat semen dan beton lebih berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut