Sinyal Kuat dari Adhi Karya
- VIVAnews/Muhamad Solihin
Hal tersebut memperluas portofolio hijau ADHI, mengubah limbah menjadi nilai ekonomi dan mengurangi beban TPA.
Sementara itu, Ketua Institut Studi Transportasi (Instran), Ki Darmaningtyas, menilai kesehatan finansial BUMN Karya sangat krusial dalam memastikan keberlanjutan proyek infrastruktur nasional.
“Jika keuangan perusahaan tidak sehat, risiko proyek terhenti di tengah jalan semakin tinggi. Investor pun akan ragu mengucurkan dana untuk proyek-proyek besar,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penurunan harga saham sejumlah BUMN Karya mencerminkan munculnya keraguan di pasar.
Menurut Darmaningtyas, langkah nyata untuk mengatasi hal ini adalah dengan menunjukkan tata kelola perusahaan yang baik dan transparan, serta memastikan adanya dukungan kuat pemerintah.
“Penurunan harga saham merupakan tanda hilangnya kepercayaan investor. BUMN Karya harus menunjukkan komitmen tata kelola yang jelas, laporan keuangan yang bersih, serta diiringi political will pemerintah yang kuat agar investor kembali yakin,” tegasnya.
Sementara itu, pengamat transportasi dan perkotaan, Yayat Supriatna, menegaskan bahwa pengelolaan finansial yang sehat bukan hanya persoalan internal perusahaan, tetapi juga berdampak luas terhadap kualitas layanan publik.
“Proyek infrastruktur besar, khususnya transportasi publik, sangat bergantung pada tata kelola keuangan yang solid. Kesehatan arus kas perusahaan akan menentukan apakah layanan publik ini bisa beroperasi secara berkelanjutan atau tidak,” ujar Yayat.