Kritik Program MBG, Buruh Soroti Serapan Pekerja Informal dan Gaji di Bawah UMP

Presiden KSPI sekaligus Partai Buruh, Said Iqbal
Sumber :
  • VIVA.co.id/Andrew Tito

Jakarta, VIVA – Presiden Partai Buruh yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan, sejumlah program unggulan Presiden Prabowo Subianto menurutnya kurang mampu menyerap tenaga kerja berkualitas.

img_title Presiden Prabowo Dorong Kesejahteraan Rakyat Lewat Program Gizi, Pendidikan, dan Kesehatan

Hal itu misalnya dapat dilihat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), dimana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG-nya hanya mampu menyerap pekerja informal meskipun jumlahnya mencapai ribuan orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Betul MBG menyerap tenaga kerja, tapi informal," kata Said usai konferensi pers di Jakarta, Rabu, 24 September 2025.

img_title Dua Tahun Prabowo-Gibran: Produksi Beras Naik, 57 Juta Orang Terima Makan Bergizi Gratis

Presiden Partai Buruh Said Iqbal

Photo :
  • VIVA.co.id/Andrew Tito

Menurutnya, para pekerja informal di dapur-dapur MBG ini tidak mendapatkan upah atau gaji yang layak, jaminan kesehatan, dan jaminan pensiun, sehingga mereka tidak memiliki daya beli yang tinggi.

img_title BGN Sebut MBG Prasmanan Bisa Kurangi Limbah Makanan: Tingkat Konsumsi Siswa Lebih Tinggi

"Gajinya di bawah upah minimum, tidak ada jaminan kesehatan, tidak ada jaminan pensiun. Kita mendukung program koperasi desa Pak Prabowo, tapi itu juga informal," ujar Said.

Di sisi lain, Said mengatakan bahwa pekerjaan di sektor-sektor formal yang memberikan gaji cukup atau minimal setara upah minimum, justru makin berkurang dengan adanya berbagai gelombang PHK.

Sehingga, akhirnya banyak pekerja korban PHK yang beralih ke sektor informal dan tanpa pendapatan pasti atau penghasilan tetap, seperti misalnya dengan menjadi pengemudi ojek online (ojol).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di sektor formal banyak PHK di mana-mana. Banyak orang kehilangan pendapatannya," kata Said.

"Tapi kerja di sektor informal seperti ojol misalnya, itu kan gig worker yang tidak jelas, itu dianggap penyerapan tenaga kerja. Padahal mereka pendapatannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rapat Koordinasi Nasional TPAKD di Jiexpo, Jakarta,

Presiden Prabowo Akui Banyak Kekurangan Program MBG, 353 Orang Dipecat dan Minta Pelanggar Dibersihkan

Presiden Prabowo mengakui ada banyak kekurangan dalam program MBG dan meminta pelanggar ditindak tegas. Sebanyak 353 orang disebut telah diberhentikan.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut