Banjir Masih Menghantui, Early Warning System Jadi Solusi
- Dok. Nusa Network Prakarsa
Seluruh informasi ditampilkan melalui dashboard yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, sehingga memudahkan pihak berwenang dalam membaca kondisi secara akurat.
Tidak hanya itu, Nada juga dikenal mudah dipasang dan mudah dalam hal perawatan.
Kemampuannya memantau berbagai sektor, mulai dari lingkungan dan kebencanaan, kelautan dan infrastruktur, hingga pertanian dan riset, membuat perangkat ini semakin relevan digunakan di Indonesia.
Untuk kebutuhan banjir, Nada menghadirkan kombinasi perangkat sensor yang saling melengkapi. Water level sensor menggunakan teknologi radar dengan jangkauan hingga 40 meter tanpa adanya komponen yang terendam air.
Rain gauge sensor mampu mengukur intensitas curah hujan dengan resolusi 0,2 milimeter dan tetap menyimpan antrean data meski sinyal lemah.
Sementara itu, weather sensor memungkinkan pemantauan berbagai parameter cuaca seperti radiasi Matahari, sambaran petir, kelembapan, curah hujan dengan resolusi 0,017 milimeter, hingga suhu udara, sehingga informasi yang dihasilkan lebih komprehensif.
Abghi juga menegaskan ingin menghadirkan solusi early warning system (EWS) pada Nada yang lebih modern, cerdas, dan mudah diadopsi.
Dengan dukungan teknologi yang tepat, pemerintah daerah bisa lebih siap menghadapi ancaman banjir dan masyarakat bisa merasa lebih terlindungi.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Nada hadir bukan hanya sebagai perangkat teknologi, tetapi juga sebagai upaya nyata PT Nusa Network Prakarsa untuk mendukung pemerintah dalam menciptakan sistem mitigasi bencana yang lebih efektif.
"Kehadirannya diharapkan dapat mengurangi dampak banjir sekaligus memberikan ketenangan lebih bagi masyarakat yang setiap tahun masih dihantui oleh ancaman bencana," jelas dia, Selasa, 30 September 2025.