Shutdown AS Bisa Bikin The Fed 'Buta' Tentukan Arah Suku Bunga Acuan

Presiden AS Donald Trump
Sumber :
  • White House

Jakarta, VIVA – Kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) kembali diwarnai ketidakpastian setelah muncul penghentian operasional pemerintahan, atau government shutdown.

img_title Bukan Cuma Orang yang Belum Punya Motor, Ini Incaran Baru Pabrikan

Sejumlah lembaga federal termasuk Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics/BLS) akan berhenti beroperasi sementara. Situasi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan pelaku pasar dan pembuat kebijakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, BLS memproduksi berbagai data ekonomi penting seperti laporan pekerjaan bulanan (jobs report), inflasi, hingga indeks harga konsumen (consumer price index/CPI). Tanpa data ini, arah kebijakan moneter maupun strategi investasi akan berjalan dalam kondisi “buta” di tengah gejolak ekonomi.

img_title Terungkap! Peran Ibu Kandung dan Ayah Tiri dalam Pembunuhan Bayi 20 Bulan di Toilet Umum Pasar Kebayoran Lama

Menurut rencana kontinjensi yang dirilis Departemen Tenaga Kerja pada Senin, jika pendanaan terhenti, BLS tidak akan bisa merilis laporan pekerjaan bulan September yang sangat dinanti. Selain itu, pengumpulan data kunci lainnya juga akan tertunda.

“Banyak data ekonomi yang tidak bisa dirilis selama shutdown,” tulis Callie Cox, Chief Market Strategist di Ritholtz Wealth Management, seperti dikutip dari The Hill, Rabu 1 Oktober 2025.

img_title Harga Emas Bangkit Setelah Jatuh ke Level Terendah, Ini yang Menggerakkan Pasar

“Ini masalah besar bagi pahlawan suku bunga kita (Federal Reserve), yang selalu mengatakan mereka suka membuat keputusan berdasarkan data ekonomi. Anda, saya, dan Ketua The Fed Jay Powell 'buta' tanpa laporan penting ini,” jelasnya.

Ilustrasi Ekonomi Amerika Serikat

Photo :
  • Freepik

Biasanya, inflasi dan pengangguran bergerak berlawanan arah. Namun sejak Trump menjabat, keduanya justru sama-sama meningkat. Tarif impor yang dikenakan Trump mendorong harga naik, sementara deportasi massal dan pemangkasan besar-besaran pegawai federal memperketat pasar tenaga kerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tingkat inflasi tahunan pada Agustus mencapai 2,9 persen menurut CPI, naik dari 2,4 persen di Maret. Sementara tingkat pengangguran naik ke 4,3 persen pada Agustus dari 4 persen di Januari. Sepanjang tahun ini, AS hanya menambah rata-rata 29.000 pekerjaan per bulan.

Federal Reserve (The Fed) bahkan memangkas suku bunga awal bulan ini karena kekhawatiran melemahnya pasar tenaga kerja, meski inflasi terus meningkat. Dalam konferensi pers setelah pemangkasan suku bunga, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa meskipun risiko inflasi akibat tarif masih ada, penurunan pasar kerja yang “tidak biasa” menjadi perhatian utama.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut