Taiwan Main 2 Kaki dengan Rusia

Ilustrasi produsen chip Taiwan, TSMC.
Sumber :
  • VCG

Taipei, VIVA – Taiwan main dua kaki dengan Rusia. Satu sisi, negara kepulauan tetangga dekat China tersebut merupakan sekutu Ukraina yang mendukung sanksi Barat terhadap Rusia sejak invasi Februari 2022.

img_title 3 Negara Besar Punya Urusan dengan Alien

Tapi, sisi lain, Taiwan justru tercatat sebagai importir terbesar naphtha Rusia di dunia. Menurut laporan Russia Today, Kamis, 2 Oktober 2025, yang mengutip data Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA), Taipei mengimpor naphtha Moskow sebesar US$1,3 miliar (Rp21,6 triliun) pada semester pertama tahun ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Angka tersebut setara dengan hampir enam kali lipat rata-rata impor pada 2022, dan meningkat 44 persen dibandingkan semester pertama tahun lalu (yoy).

img_title Kisah Legendaris: Bogem Mentah Daud Yordan Guncang Rusia

Sebagai informasi, naphtha adalah produk turunan minyak Bumi yang menjadi bahan baku utama industri petrokimia.

Senyawa ini dipakai untuk memproduksi olefin dan aromatik yang kemudian diolah menjadi plastik, serat sintetis, resin, hingga bahan kimia lain.

img_title Harga Minyak Dunia Anjlok, Rusia Siap Banjiri Pasar dengan Pasokan Diesel

Dalam konteks Taiwan, naphtha memiliki peran strategis karena digunakan dalam rantai pasok industri semikonduktor, sektor vital yang menjadikan Taiwan sebagai pemain global dalam teknologi chip.

Meski masih aktif membeli produk energi Rusia, Taiwan terus menegaskan komitmennya mendukung Ukraina. Taiwan juga telah menerapkan kontrol ekspor guna mencegah teknologi canggihnya digunakan oleh militer Rusia.

Namun, kenyataan bahwa Taipei tetap mengimpor miliaran dolar AS produk minyak murah dari Rusia menimbulkan paradoks dalam posisi politiknya.

India, bersama Taiwan, tercatat sebagai salah satu tujuan utama ekspor naphtha Rusia lewat jalur laut. Pada semester pertama kemarin, New Delhi mengimpor lebih dari 1,4 juta ton produk minyak Rusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, ekspor minyak mentah Rusia melalui laut tetap mendekati level tertinggi dalam 16 bulan selama 4 minggu terakhir, menunjukkan sedikit dampak dari upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menekan pembeli global agar menghentikan impor dari Moskow.

Menurut data pelacakan kapal hingga 27 September 2025 yang dihimpun oleh Bloomberg, rata-rata pengiriman harian tetap stabil di angka 3,62 juta barel, menyamai level tertinggi sejak Mei 2024.

Jembatan penghubung China-Korut

Jembatan Baru China-Korut Dibuka, Persaingan Pengaruh dengan Rusia Jadi Sorotan

Setelah tertunda lebih dari satu decade, jembatan baru Sungai Yalu yang menghubungkan China dan Korea Utara akhirnya dibuka pada Kamis (15/10/2026). Baca selengkapnya

img_title
VIVA.co.id
15 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut