Nasib Profesi IT di 2030, Benarkah Bakal Suram Gara-gara AI?

Ilustrasi aktivitas / bekerja.
Sumber :
  • vstory

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi di era digital terus menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi para profesional IT. Setiap lima tahun ke depan, lanskap pekerjaan IT diprediksi akan mengalami perubahan signifikan, seiring AI mulai mengambil alih berbagai tugas rutin. 

img_title Bill Gates Beri Peringatan soal AI, 20 Tahun ke Depan Bisa Mengubah Nasib Pekerja di Seluruh Dunia

Hal ini menuntut para pekerja untuk tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan manusiawi seperti pemecahan masalah, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, perusahaan di seluruh dunia mulai menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan. Program pelatihan, upskilling, dan reskilling menjadi strategi utama agar tenaga IT tetap relevan. 

img_title 15 Juta Pekerja Terancam Kehilangan Mata Pencaharian Gara-Gara AI, Ini Skenario Terburuk Goldman Sachs

Adanya otomatisasi yang menggantikan pekerjaan entry-level, generasi baru profesional IT perlu menyiapkan diri dengan fondasi teknis yang lebih luas sejak awal karier.

Keterampilan yang Paling Dibutuhkan di Masa Depan

img_title Bill Gates Ingatkan AI Picu Pergolakan Terbesar dalam Sejarah Manusia

Ilustrasi manajemen data / Artificial Intelligence (AI).

Photo :
  • SAP

Melansir dari CIO, Rabu, 8 Oktober 2025, para eksekutif dan analis mengungkap bahwa karier IT yang sukses akan semakin menggabungkan keterampilan manusia dengan AI. Laporan awal menunjukkan AI mulai mengubah lanskap pekerjaan IT, termasuk mengambil alih beberapa posisi junior. 

Di sisi lain, permintaan untuk keterampilan pendukung seperti literasi digital, kerja tim, dan manajemen diri meningkat. “Keahlian ini memberikan premi gaji yang signifikan,” catat laporan tersebut. 

Contohnya, ilmuwan data ditawarkan gaji 5-10% lebih tinggi jika mereka juga memiliki kemampuan ketahanan atau etika. Dengan kata lain, kombinasi kemampuan teknis dan human-centric menjadi formula utama untuk keamanan pekerjaan dan peningkatan pendapatan.

Fokus pada Pemecahan Masalah dan Adaptabilitas

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam lima tahun ke depan, keterampilan yang mudah digantikan seperti pemrograman dasar, dokumentasi, dan tugas dukungan, juga kemungkinan akan menurun permintaannya. Kemampuan seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, dan adaptabilitas akan sangat dihargai oleh manajer perekrutan.

“Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, jalur karier IT tipikal akan bergeser dari dukungan teknis murni menjadi model gabungan antara keterampilan manusia dan teknis yang matang,” kata Carter Busse, Chief Information Officer (CIO) di Workato, sebuah perusahaan platform otomatisasi berbasis cloud yang berpusat di Mountain View, California.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut