Shutdown AS Masih Berlanjut, Trump Mulai PHK Massal Ribuan PNS

Presiden AS Donald Trump resmi mengubah pentagon jadi Departemen Perang
Sumber :
  • Fox News

Jakarta, VIVA – Penutupan pemerintahan Amerika Serikat yang telah berlangsung lebih dari sepekan, kini berdampak serius. Presiden AS Donald Trump mulai melaksanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap ribuan pegawai federal. 

img_title 15 Juta Pekerja Terancam Kehilangan Mata Pencaharian Gara-Gara AI, Ini Skenario Terburuk Goldman Sachs

Dalam dokumen pengadilan yang diajukan pada Jumat, 10 Oktober 2025, pemerintah AS menyebut sekitar 4.200 pegawai dari sedikitnya tujuh lembaga telah mulai menerima surat pemutusan hubungan kerja. Langkah ini dikonfirmasi oleh penasihat senior di Kantor Manajemen dan Anggaran (Office of Management and Budget/OMB), Stephen Billy. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan bahwa data yang disampaikan saat ini bersifat dinamis dan bisa berubah, karena situasi di lapangan berkembang sangat cepat. Artinya, tidak menutup kemungkinan jumlah pegawai yang dipecat akan bertambah.

img_title Pabrik Sepatu di Lebak Tutup, 1.100 Karyawan di-PHK

Presiden Donald Trump sendiri enggan menyebut angka pasti ketika ditanya wartawan mengenai total korban PHK. Ia hanya mengatakan bahwa jumlahnya “akan sangat banyak” dan menyalahkan Partai Demokrat atas kebuntuan politik yang menyebabkan shutdown ini.

Sementara itu, Direktur OMB Russell Vought memastikan bahwa proses pemutusan kerja telah dimulai di beberapa lembaga. Berbagai unggahan di media sosial juga menunjukkan sejumlah pegawai mulai menerima surat resmi pemberhentian.

img_title Cek Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Korban PHK

Daftar Lembaga yang Terkena Dampak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Photo :
  • Al Jazeera

Melansir dari OPB, Senin, 13 Oktober 2025, berikut lembaga-lembaga pemerintah yang paling terdampak oleh kebijakan ini:

1. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) menjadi yang paling besar dengan sekitar 1.100 hingga 1.200 pegawai dipecat. Juru bicara HHS, Andrew Nixon, mengatakan bahwa pemangkasan ini merupakan konsekuensi langsung dari penutupan pemerintahan yang dipimpin oleh Demokrat. Ia menuding pemerintahan Biden telah menciptakan birokrasi yang membengkak, meski HHS sebenarnya sudah lebih dulu mengurangi sekitar 20.000 pegawai melalui pengunduran diri dan pensiun sukarela.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

2. Departemen Pendidikan memecat sekitar 466 pegawai. Dua divisi yang terkena dampak adalah Kantor Komunikasi dan Outreach serta Kantor Pendidikan Dasar dan Menengah. Serikat pekerja menuduh langkah ini dilakukan tanpa memperhatikan dampaknya terhadap siswa dan keluarga di berbagai komunitas di seluruh negeri.

3. Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan (HUD) memberhentikan sekitar 442 pegawai. Presiden serikat pekerja HUD, Antonio Gaines, menyatakan pihaknya sedang meninjau dampak keputusan tersebut dan mencari nasihat hukum. Menurut pihak HUD, PHK dilakukan untuk menyesuaikan program lembaga dengan prioritas pemerintahan serta anggaran yang tersedia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut