Tegang karena Logam Tanah Jarang
- The Diplomat
"Pelaku pasar terkejut dengan volume yang diminta oleh DLA," ujar Cristina Belda dari firma konsultan Argus Media kepada FT, seraya menambahkan bahwa "banyak yang menganggap jumlah tersebut tidak realistis, terutama dalam jangka waktu lima tahun yang diusulkan".
Sementara India sedang mengumpulkan cadangan logam tanah jarang untuk memastikan ketersediaannya dalam jangka menengah, melansir Economic Times.Â
Langkah ini merupakan respons terhadap ketegangan perdagangan China dengan AS, termasuk pembatasan ekspor logam tanah jarang baru-baru ini.
Rencana India melibatkan pembangunan stok logam tanah jarang esensial untuk dua bulan, dengan perusahaan swasta berperan aktif, mengutip pernyataan seorang pejabat senior pemerintah.
Rencana ini bertujuan untuk melindungi akses India terhadap logam tanah jarang, yang digunakan di berbagai bidang seperti pertahanan, elektronik, dan baterai pada kendaraan listrik.
India memiliki sekitar 7,23 juta ton logam tanah jarang, menurut Menteri Negara Sains dan Teknologi Jitendra Singh.
New Delhi juga telah meluncurkan skema subsidi senilai US$156 juta (Rp2,6 triliun) untuk meningkatkan produksi logam tanah jarang dalam negeri.
Skema yang diusulkan bertujuan untuk mendukung perusahaan swasta dan perusahaan sektor publik dengan memberikan insentif untuk membangun kapasitas domestik di semua titik kontak bisnis.
"Fokus awal adalah pada unsur logam tanah jarang. Cadangan ini nantinya akan mencakup mineral-mineral penting lainnya yang esensial bagi transisi energi dan industri manufaktur India," kata seorang pejabat.